Advertisement

Kanada Pangkas Tarif EV China, Tesla Berpotensi Raup Untung Terbesar

Jumali
Selasa, 20 Januari 2026 - 23:27 WIB
Jumali
Kanada Pangkas Tarif EV China, Tesla Berpotensi Raup Untung Terbesar Ilustrasi mobil listrik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kanada mengambil langkah strategis dengan melonggarkan tarif impor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China, kebijakan yang diperkirakan membawa dampak signifikan bagi peta industri otomotif Amerika Utara dan berpotensi menguntungkan Tesla secara besar-besaran.

Melalui kesepakatan dagang yang diklaim sebagai skema “win-win”, Kanada menetapkan kuota impor hingga 49.000 unit EV buatan China dengan tarif preferensial sebesar 6,1 persen, jauh lebih rendah dibanding tarif 100 persen yang diberlakukan pada 2024 di era pemerintahan Justin Trudeau.

Advertisement

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang menjadi pemimpin Kanada pertama sejak 2017 yang melakukan kunjungan resmi ke China. Selain EV, kesepakatan ini juga mencakup pelonggaran hambatan dagang untuk komoditas canola.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan tajam dari kebijakan proteksionis sebelumnya yang mengikuti pendekatan Amerika Serikat dalam membatasi masuknya produk kendaraan listrik asal China ke pasar Amerika Utara.

Meski membuka pintu bagi produsen China, analis menilai pihak yang paling diuntungkan justru Tesla milik Elon Musk. Tesla memiliki pabrik terbesar dan paling efisien di Shanghai, yang siap kembali mengekspor Model Y khusus untuk pasar Kanada.

“Perjanjian baru ini memungkinkan ekspor tersebut dimulai kembali dengan cukup cepat,” ujar Wakil Presiden AutoForecast Solutions, Sam Fiorani dikutip dari Reuters, Selasa (20/1/2026).

Sebelum kebijakan tarif tinggi diberlakukan pada 2024, Tesla sempat meningkatkan impor EV dari China ke pelabuhan Vancouver sebesar 460 persen pada 2023, dengan total mencapai 44.356 unit. Lonjakan tersebut terhenti setelah tarif 100 persen diberlakukan.

Dengan kebijakan baru ini, Tesla dinilai memiliki keunggulan kompetitif berupa fleksibilitas produksi serta jaringan distribusi yang matang di Kanada, dengan 39 gerai penjualan aktif. Sebaliknya, produsen China seperti BYD hingga kini belum memiliki jaringan ritel resmi di negara tersebut.

Namun demikian, kesepakatan ini juga membuka ruang besar bagi produsen EV China. Setengah dari kuota impor dialokasikan khusus untuk kendaraan listrik dengan harga di bawah 35.000 dolar Kanada, segmen yang saat ini tidak diisi oleh produk Tesla.

“Pihak yang paling diuntungkan dari klausul ini kemungkinan adalah produsen mobil China dan konsumen Kanada yang mencari kendaraan listrik kelas bawah,” tambah Fiorani.

Selain Tesla, merek seperti Volvo dan Polestar—yang berada di bawah naungan Geely China—juga sebelumnya mengekspor kendaraan dari China ke Kanada sebelum tarif tinggi diberlakukan.

Kanada juga berencana memperdalam kerja sama industri dengan China melalui pembentukan usaha patungan untuk membangun pabrik EV lokal dalam tiga tahun ke depan. Saat ini, BYD telah memiliki fasilitas produksi bus listrik di Ontario.

Kebijakan pelonggaran tarif ini menuai kritik dari pemerintahan Amerika Serikat, baik dari Partai Republik maupun Demokrat. Washington menilai langkah Kanada berpotensi melemahkan industri otomotif regional dan menciptakan distorsi persaingan di pasar Amerika Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Produksi Ikan Sleman 55 Ton, 27 Pasar Serap 40 Persen Produksi di 2024

Produksi Ikan Sleman 55 Ton, 27 Pasar Serap 40 Persen Produksi di 2024

Sleman
| Selasa, 20 Januari 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement