Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Ilustrasi inflasi/ekonomi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengklaim inflasi sepanjang 2024 terkendali. Kepala BI Perwakilan DIY, Ibrahim mengatakan laju inflasi gabungan kota pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di DIY mengalami kenaikan pada Desember 2024, meski masih terkendali.
Di mana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, inflasi DIY Desember 2024 sebesar 0,46% secara bulanan (month-to-month/mtm) lebih tinggi dibandingkan realisasi November 2024 sebesar 0,25% mtm, seiring peningkatan aktivitas pariwisata pada momen libur Nataru.
Sementara secara tahunan DIY mengalami inflasi sebesar 1,28% (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,57% yoy dan realisasi inflasi DIY periode yang sama tahun 2023 sebesar 3,17% yoy.
"Sesuai dengan siklusnya, melonjaknya kunjungan wisatawan pada momen Nataru mendorong peningkatan konsumsi sehingga memicu inflasi," ucapnya, Jumat (3/1/2025).
Inflasi di akhir tahun khususnya didorong oleh kelompok pangan, seperti cabai merah, telur ayam ras, tomat, dan bawang merah. Masing-masing andil sebesar 0,06% mtm, 0,06% mtm, 0,03% mtm, dan 0,02% mtm.
BACA JUGA: Inflasi DIY Desember 2024 Sebesar 0,46%, Tertinggi Sepanjang Tahun
Ia menjelaskan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tersebut disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari daerah sentra akibat berakhirnya masa panen dan faktor cuaca di tengah tingginya permintaan. Selain itu, harga bahan bakar rumah tangga turut memicu kenaikan inflasi DIY dengan andil sebesar 0,03% mtm.
Lebih lanjut dia mengatakan inflasi lebih tinggi tertahan oleh komoditas daging ayam ras, nangka muda, kentang, dan tarif angkutan udara. Turunnya harga daging ayam ras sejalan dengan tercukupinya pasokan dari daerah sentra produksi.
Sementara nangka muda dan kentang mengalami penurunan harga seiring berlangsungnya panen, sehingga pasokannya cenderung melimpah. Komoditas angkutan udara turut mengalami deflasi di tengah peak season pariwisata akibat kebijakan penyesuaian tarif sebesar 10% yang berlaku sejak 19 Desember 2024 - 3 Januari 2025.
"BI DIY bersama TPID DIY mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam pengendalian inflasi selama tahun 2024," ucapnya.
BI DIY mengaku optimis dengan capaian tahun ini inflasi DIY pada 2025 dapat terjaga pada kisaran target sasaran nasional sebesar 2,5% plus minus 1%.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana mengatakan berdasarkan data BPS DIY terkait inflasi 2024, Pemda DIY optimis dalam melangkah di 2025. Diharapkan tahun ini bisa didukung oleh iklim yang baik, baik iklim cuaca hingga kondisi global.
Tri menjelaskan TPID DIY mengendalikan inflasi berdasarkan rumus 4k yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
"Dari sisi inflasi sangat terkendali kalau soal TPID kami gunakan rumus 4K," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.