Sri Sultan Ingatkan Digitalisasi Harus Permudah Pelayanan Publik
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 10 Januari 2025 ada 19 perusahaan masuk dalam daftar antrian penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan hingga 10 Januari 2025 tercatat ada 5 perusahaan mencatatkan saham di BEI. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,13 triliun.
"Hingga saat ini, terdapat 19 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, Minggu (12/1/2024).
Ia menjelaskan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Terdiri dari 2 perusahaan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar dan 17 perusahaan aset skala besar atau aset diatas Rp250 miliar.
Lebih lanjut dia merinci berdasarkan sektornya terdiri dari 3 perusahaan dari sektor basic materials, 1 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 6 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 1 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor financials.
BACA JUGA: BEI DIY Targetkan Penambahan 50.000 Investor Tahun Ini, 2 Perusahaan Go Public
Lalu 3 perusahaan dari sektor healthcare, 3 perusahaan dari sektor industrials, dan 1 perusahaan dari sektor properties & real estate.
Sebelumnya, BEI Yogyakarta menyampaikan pada 2024 lalu belum ada perusahaan dari DIY yang IPO. Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan 1 perusahaan yang berencana IPO di 2024 tidak terkejar persiapannya.
BEI DIY berharap perusahaan tersebut bisa IPO di 2025 ini. Target BEI DIY paling tidak tambah 1 perusahaan lagi.
"Jadi total harapan kami ada 2 perusahaan yang bisa IPO dari DIY,"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.