Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat naik turun akibat sentimen global dinilai masih dalam batas wajar, bahkan di tengah kondisi tersebut jumlah investor justru terus meningkat.
Fluktuasi pasar saham belakangan ini terjadi seiring tekanan geopolitik global, namun otoritas dan pelaku pasar menilai kondisi tersebut bukan sinyal krisis, melainkan bagian dari dinamika pasar.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menyebut koreksi harga saham sesaat merupakan mekanisme penyesuaian yang lazim terjadi di pasar modal.
Ia menegaskan, meski terjadi ketidakpastian global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja pasar modal bahkan mencatat tren positif. Sepanjang 2025, IHSG menguat sekitar 22,10 persen dan ditutup di level 8.644,26, sekaligus mencerminkan pertumbuhan kapitalisasi pasar dan penghimpunan dana yang signifikan.
“Pencapaian ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sehingga IHSG bahkan mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Salah satu indikator penguatan pasar terlihat dari lonjakan jumlah investor domestik. Hingga akhir 2025, jumlah Single Investor ID (SID) tercatat mencapai 20,2 juta.
Irfan menilai meningkatnya peran investor lokal menjadi penopang penting stabilitas pasar di tengah gejolak global.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan juga menyiapkan langkah penguatan melalui delapan rencana aksi reformasi integritas pasar.
Langkah tersebut mencakup peningkatan batas minimal free float emiten, percepatan demutualisasi, penguatan transparansi kepemilikan saham, hingga penegakan hukum yang lebih tegas untuk melindungi investor.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia juga fokus meningkatkan kualitas emiten melalui pembinaan dan edukasi berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar modal yang lebih kredibel dan menarik bagi investor.
Irfan mengajak masyarakat, khususnya di DIY, untuk meningkatkan literasi keuangan sebelum mulai berinvestasi.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal resmi seperti aplikasi IDX Mobile, kanal YouTube Bursa, situs resmi BEI, hingga kelas Sekolah Pasar Modal di kantor perwakilan dan galeri investasi.
Ia juga mengingatkan agar investasi dilakukan secara bertahap, berjangka panjang, dan terdiversifikasi dengan pemahaman yang memadai.
“Tidak perlu takut dan ragu menjadi investor, pasar modal Indonesia menunggu partisipasi aktif masyarakat untuk tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyebut konflik di Timur Tengah memang berdampak terhadap pelemahan pasar modal global, termasuk Indonesia.
Namun, ia menegaskan penguatan integritas terus dilakukan tidak hanya di pasar modal, tetapi juga di sektor perbankan dan industri keuangan nonbank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.