GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menargetkan penambahan 75.000 investor baru sepanjang 2026. Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menyebut target ini disusun dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan investor di DIY yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.
Irfan menjelaskan faktor pertama yang mendorong optimisme tersebut adalah edukasi dan literasi keuangan yang semakin luas. BEI, katanya, aktif memberikan edukasi kepada masyarakat—khususnya generasi muda—agar memahami pentingnya investasi saham sejak dini.
“Edukasi ini diharapkan memicu minat masyarakat untuk terlibat lebih banyak dalam pasar modal,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Faktor kedua adalah akses pasar modal yang semakin mudah. Menurutnya, kehadiran berbagai aplikasi investasi yang terjangkau dan ramah pengguna membuat proses membuka rekening, belajar, hingga bertransaksi semakin sederhana. BEI juga memperkuat ekosistem literasi melalui pengembangan invest hub, jejaring edukasi, dan pembentukan Galeri Investasi (GI) BEI di kampus, sekolah, hingga perkantoran pemerintah.
“Kami percaya hal ini akan mendorong lebih banyak masyarakat Yogyakarta untuk berinvestasi di pasar modal,” jelas Irfan.
Faktor ketiga adalah dukungan ekonomi dan kebijakan. Pemerintah dan BEI, lanjutnya, terus mengupayakan kebijakan yang memberi ruang tumbuh bagi pasar modal serta menjaga stabilitas ekonomi agar iklim investasi tetap kondusif.
Irfan menambahkan, hingga September 2025, jumlah investor DIY telah bertambah 52.219 investor, atau 104,44% dari target tahunan. Ia menyebut pencapaian itu menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap investasi saham.
Menurutnya, pertumbuhan signifikan tersebut dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan potensi keuntungan investasi jangka panjang.
“Menurut kami, ada beberapa faktor yang mendorong masyarakat memilih saham sebagai instrumen utama,” kata Irfan.
Faktor pertama, saham memberikan potensi return lebih tinggi dibanding instrumen lain dalam jangka panjang. Kedua, aksesibilitas pasar yang makin mudah lewat aplikasi digital sehingga proses pembelian, penjualan, hingga pemantauan portofolio bisa dilakukan kapan saja.
“Ini mempermudah proses pembelian dan penjualan saham, serta memonitor performa investasi,” katanya.
Faktor ketiga, saham menjadi instrumen yang dipilih untuk diversifikasi portofolio, baik melalui saham blue chip, saham sektor tertentu, maupun saham berkapitalisasi kecil yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Terakhir, Irfan menekankan bahwa upaya edukasi berkelanjutan dari BEI dan berbagai lembaga terkait terus meningkatkan pemahaman masyarakat atas manfaat dan cara berinvestasi secara bijak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.