Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Study Tour - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut larangan study tour dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta ditambah Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025 menandakan dunia pariwisata sedang sangat tidak baik-baik saja.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo mengatakan dua kondisi ini bisa dipastikan akan berdampak pada turunnya pendapatan hotel dan restoran di DIY pada 2025 ini. Menyiasati larangan study tour PHRI DIY mencoba melakukan promosi ke daerah baru yang lebih potensial.
"Langkah kami saat ini lebih fokus promosi ke lain daerah yang masih potensial yaitu Jawa Timur,Bali, Lampung, Kaltim," ucapnya, Senin (10/3/2025).
Menurutnya PHRI DIY juga selalu mendorong pemerintah baik pusat dan daerah untuk segera membuka penerbangan langsung dari Thailand ke Yogyakarta International Airport (YIA) PP. Dari sisi internal Deddy menyebut efisiensi besar-besaran dilakukan tanpa mengurangi kualitas hospitality.
Dia berharap momen lebaran bisa mendongkrak okupansi hotel, namun saat ini reservasi masih lambat baru di kisaran 30%-45% periode 28 Maret-6 April 2025. Lambatnya reservasi saat lebaran diduga karena dampak terjadinya bencana alam di beberapa daerah.
"Untuk pembatalan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) rata-rata 35%-45% dan study tour rata-rata 40%-50% sampai dengan saat ini hingga Desember 2025," jelasnya.
BACA JUGA: Hari Pertama Uji Coba Jalan Searah Plengkung Gading, Diberlakukan Dua Jam Pagi dan Sore
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto mengatakan study tour menjadi market penyumbang kunjungan wisata DIY yang cukup tinggi. Misalnya ke Museum, Keraton, Malioboro, dan lainnya. Larangan study tour akan sangat berdampak pada pendapatan dan besaran kunjungan.
"Secara pasti persentasenya kami sedang minta data dari Asita dan Astindo, namun saat periode libur sekolah market ini dominasinya sangat tinggi," tuturnya.
Bobby mengatakan untuk menyiasati kondisi ini diupayakan negosiasi atas regulasi yang membatasi, namun disisi lain secara realistis harus mulai mencari pasar pengganti. Agar sektor pariwisata DIY bisa tetap bertahan.
Kondisi ini menurutnya juga menjadi pengingat agar pariwisata DIY tidak bertumpu pada pasar klasik. Harus selalu membuat terobosan baru untuk mengembangkan pasar baru yang belum digarap dengan maksimal.
"[pembatalan MICE dan study tour] sudah diatas 75% dari reservasi yang masuk sebelumnya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.