Hizbullah Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Tentara Israel
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Pembangunan panel surya. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANYUWANGI—Pemerintah mengumumkan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Land Base terbesar di Indonesia berkapasitas 100 MegaWatt (MW) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
PLTS ini menjadi wujud upaya Pemerintah Pusat mencapai Net Zero Emission (NZE) melalui energi baru terbarukan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat, mengaku sudah bertemu dengan Vice President Pre-Construction PT PLN Indonesia Power membahas rencana pembangunan PLTS di Banyuwangi.
"Pada prinsipnya pemerintah daerah siap memberikan dukungan untuk kelancaran pembangunan tersebut, apalagi pembangunan PLTS ini termasuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN)," katanya, Jumat (9/5/2025).
BACA JUGA: Plengkung Gading Jogja Masih Ditutup untuk Renovasi, Ini Penampakan Terbarunya
Menurut Ipuk, pembangunan PLTS di Banyuwangi merupakan bagian dari program pemerintah untuk peningkatan energi baru terbarukan guna mendukung nol emisi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2060.
Bupati Ipuk menambahkan pembangunan PLTS terbesar di Indonesia di Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jawa dan Bali itu dijadwalkan dimulai pada akhir 2025. "Dan ditargetkan selesai pembangunan PLTS serta mulai beroperasi untuk menghasilkan listrik pada tahun 2026," kata Ipuk.
Informasi diperoleh ANTARA, pembangunan PLTS ini sudah masuk di dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan PLTS akan dibangun di lahan seluas 130 hektare milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, karena iradiansi atau tenaga matahari sangat besar.
Listrik yang diproduksi di PLTS Banyuwangi nantinya masuk dalam sistem koneksi tegangan salur 150 KV Jawa Bali untuk memenuhi kebutuhan listrik dua pulau tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan