Buruh DIY Desak Pesangon Dijamin dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Buruh DIY meminta jaminan pesangon masuk RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam audiensi dengan Pemda DIY, Kamis (17/9/2026).
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo memperkirakan inflasi Mei 2025 akan sedikit meningkat dibandingkan April 2025. Sebab ada dua libur panjang di dalamnya yakni Hari Raya Waisak dan Kenaikan Isa Almasih.
Menurutnya setiap libur panjang terjadi lonjakan kunjungan wisatawan di DIY, terbukti dengan jalanan yang padat. Tingginya kunjungan wisatawan ke DIY membuat permintaan melonjak yang juga turut berdampak pada inflasi. "Namun angkanya memang relatif kecil, jadi dugaan saya angkat meningkat [inflasi] dibandingkan bulan lalu," ucapnya, Minggu (1/6/2025).
Ia menjelaskan jika dilihat dari sisi pangan tidak ada perubahan harga yang signifikan. Sehingga inflasi Mei 2025 lebih banyak disebabkan karena peningkatan permintaan dampak dari beberapa libur panjang.
Lebih lanjut Sri mengatakan momen Lebaran Idul Adha bulan Juni 2025, sedikit banyak juga berpengaruh pada inflasi Mei 2025. Sebab mendekati hari H sudah mulai ada transaksi hewan kurban yang menyebabkan harga kambing dan sapi melonjak.
Menurutnya tren inflasi tinggi kemungkinan juga akan berlanjut pada Juni 2025 karena masih akan ada libur panjang dan juga libur anak sekolah. "Disamping long weekend mungkin sedikit tambahan dari transaksi awal hewan kurban, minggu-minggu ini sudah banyak di beberapa tempat transaksi penjualan," jelasnya.
Pada April 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi DIY sebesar 1,67% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 2,10% dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi 1,71%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan secara grafik inflasi April 2025 ini cukup tinggi dan merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir."Bisa jadi merupakan angka tertinggi selama 3 tahun terakhir," tuturnya.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi terbesar yakni 1,43%. Artinya dari 1,67% sebesar 1,43% disumbang oleh kelompok ini.
"Kelompok kedua yang memberikan andil inflasi dominan adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya andil 0,22%." (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buruh DIY meminta jaminan pesangon masuk RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam audiensi dengan Pemda DIY, Kamis (17/9/2026).
Satgas ODC mengejar KKB pelaku penembakan empat warga sipil di dua lokasi Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pencarian perjalanan 7–13 hari sebelum keberangkatan naik 25%. Simak pilihan wisata spontan di Antalya, pesisir Aegea, hingga Bodrum, Turki.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Mendag Budi Santoso meninjau harga bahan pokok di Pasar Potrojayan Sleman dan menekankan pentingnya menjaga harga wajar bagi produsen dan konsumen.
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.