Fadli Zon Berharap Seniman Pasifik Jadi Duta Budaya Indonesia
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) mengintai pekerja hotel sejak okupansi semakin susut imbas kebijakan efisiensi pemerintah, salah satunya di Jakarta. Sebagai kota tujuan wisata DIY masih lebih beruntung, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY berkomitmen untuk menghindari PHK.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan PHK sangat tidak diharapkan terjadi di DIY. Menurutnya okupansi hotel pada Mei 2025 sudah cukup baik, rata-rata 75% meski masih didominasi Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Naik sekitar 15%-30% dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
"Kondisi di DIY lebih beruntung dari Jakarta, karena DIY juga sebagai pilihan destinasi dengan akses yang mudah, kita sudah sepakat untuk menghindari PHK," ucapnya, Rabu (4/6/2025).
Deddy berharap kepada pemerintah agar anggaran belanja kementerian-kementerian segera dibelanjakan setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka blokir anggaran. Sehingga hotel bisa bernafas dan bertahan.
Kemudian pelarangan-pelarangan study tour di berbagai daerah ditinjau ulang. Menurutnya PHRI DIY sepakat dengan pembenahan mekanisme study tour, namun bukan melarang.
"Serta pemerintah daerah (Pemda) bisa memberikan kami relaksasi pajak serta keringanan atau potongan pembayaran PDAM, PLN," ujarnya.
BACA JUGA: Tingkat Hunian dan Pendapatan Turun, Hotel-hotel di Jakarta Bakal Pangkas Karyawannya
Lebih lanjut dia mengatakan saat ini Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) dari pemerintah belum signifikan okupansinya, masih kurang dari 10%. MICE untuk acara wisuda sekolah ia sebut juga sudah mulai ada, belum banyak baru sekitar 10%.
"[MICE wisuda] ada di swasta tapi juga belum banyak baru 10% saja."
Melansir dari JIBI/Bisnis.com Pengusaha hotel yang tergabung dalam PHRI Jakarta berencana untuk memangkas karyawannya, menyusul penurunan tingkat hunian dan pendapatan. Kondisi ini utamanya dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Dalam survei yang dilakukan PHRI Jakarta pada April 2025, Ketua Umum BPD PHRI Jakarta, Sutrisno Iwantono menyampaikan bahwa 96,7% hotel melaporkan terjadinya penurunan tingkat hunian. Sebanyak 70% responden menyatakan akan terpaksa melakukan pengurangan jumlah karyawan jika kondisi ini terus berlangsung.
"Itu akan berkisar sekitar 10%-30% jumlah karyawan [dari masing-masing hotel] akan dikurangi apabila tidak ada upaya-upaya untuk memperbaiki," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
BEI bertemu MSCI pukul 15.30 WIB untuk meminta klarifikasi status konsultasi pasar modal Indonesia setelah IHSG melemah 5,05 persen.
KPK memanggil VP Valbury Asia Futures dan pihak swasta sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi Rp37,8 miliar yang menjerat eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menggelar rapat bersama menteri dan pejabat TNI-Polri membahas karhutla, stok BBM, energi, hingga agraria.
TNI AL memusnahkan 4.364 cartridge vape berisi narkotika senilai Rp34,9 miliar di Lampung. Barang bukti ditemukan di bus rute Medan-Tangerang.