Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Foto ilustrasi beras. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Perum Bulog Kanwil DIY kembali menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog Kanwil DIY memastikan harga beras SPHP sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati menyampaikan beras SPHP yang tersebut disalurkan kepada mitra penyalur dengan harga Rp11.000 per kilogram. Dia memastikan harga beras SPHP tersebut dijual sesuai dengan HET.
“Dengan harga tersebut, beras Bulog dijual [oleh pedagang] dengan HET Rp.12.500 per kilogram,” katanya, Kamis (17/7/2025).
Dia menuturkan selama ini Perum Bulog Kanwil DIY melakukan pengawasan penyaluran beras SPHP tersebut agar beras yang tersalurkan sesuai dengan HET. Pihaknya melakukan pengawasan dengan menggandeng Satgas Pangan dan Pemda DIY.
Dia menuturkan sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) No.215/2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan SPHP ada beberapa ketentuan teknis yang harus dipatuhi penyalur, antara lain dilarang mencampur beras SPHP dengan jenis beras lain dan tidak mengubah kemasan.
Selain itu, dalam ketentuan tersebut, pengecer dapat membeli beras SPHP paling banyak dua ton dalam setiap pembelian. Konsumen dapat membeli maksimal kemasan ukuran lima kilogram dan tidak boleh diperjualbelikan kembali.
“Pengecer akan dapat sanksi tegas apabila dalam penyalurannya tidak sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
BACA JUGA: Muncul Embun Beku di Puncak Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Dia menuturkan beras SPHP tersebut disalurkan ke pengecer pada pasar rakyat, koperasi desa merah putih, gerakan pangan murah (GPM), dan kios pangan binaan yang ada. Menurutnya, penyaluran beras tersebut dilakukan untuk mempermudah masyarakat untuk menjangkau beras di pasaran.
“Beras SPHP di-dropping [disalurkan] langsung ke pasar-pasar rakyat melalui pengecer agar beras SPHP mudah diakses masyarakat. Dengan harga yang terjangkau, kami berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan gejolak harga bisa ditekan,” katanya.
“Ini dilakukan untuk memastikan beras SPHP dapat dijangkau masyarakat luas di berbagai lapisan,” ujarnya.
Dia menuturkan penyaluran beras SPHP untuk semester kedua tahun 2025 pada awal Juli 2025. Hingga pertengahan Juli 2025, pihaknya telah menyalurkan beras SPHP mencapai 10 ton dari target penyaluran mencapai 385 ton pada Juli 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Apple rilis iOS 26.6 dengan 75 perbaikan keamanan, persiapan Spotlight untuk iOS 27, dan notifikasi kontak. Update iPhone Anda sekarang!
LinkedIn diselidiki otoritas Texas atas dugaan menampilkan lowongan kerja palsu atau ghost jobs yang disebut dapat merugikan pelanggan layanan Premium.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen