Paling Besar dan Kompleks, Rantai Pasokan China Dipuji sebagai Keajaiban

Newswire
Newswire Kamis, 17 Juli 2025 21:12 WIB
Paling Besar dan Kompleks, Rantai Pasokan China Dipuji sebagai Keajaiban

Foto ilustrasi rantai pasok - Freepik

Harianjogja.com, BEIJING—Rantai pasokan China dipuji sebagai keajaiban. Hal ini terkait dengan kemampuan mendalam China di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan ilmu komputer.

"Rantai pasokan China adalah sebuah keajaiban. Rantai pasokan ini merupakan yang paling besar dan paling kompleks di dunia, bukan hanya terkait tenaga kerja, melainkan juga dibangun di atas teknologi, AI, dan perangkat lunak (software) canggih," ujar CEO Nvidia Jensen Huang dalam Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo/CISCE) yang sedang berlangsung di Beijing, Kamis (17/7/2025).

Huang melontarkan pernyataan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Terlepas dari tekanan regulasi dan ketegangan geopolitik, Huang menekankan pentingnya kolaborasi dan koneksi yang berkelanjutan.

"Kami bergantung pada rantai pasokan global untuk membangun produk yang sangat rumit," ujar Huang, seraya mengatakan bahwa Nvidia menyumbangkan perangkat lunak dan perangkat keras (hardware) yang mendukung sistem-sistem di seluruh dunia.

Dalam wawancara tersebut, Huang tetap fokus pada pesan bahwa "rantai pasokan adalah koneksi. Dibutuhkan banyak pemasok dan penyedia di seluruh dunia yang terhubung dalam sebuah rantai pasokan."

BACA JUGA: Penyelesaian Pembangunan Kelok 23 Mundur karena Medan yang Berat

Pekan lalu, produsen cip tersebut menjadi perusahaan pertama yang menyentuh nilai pasar 4 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp16.288).

Ketika ditanya tentang masa depan AI, Huang memandangnya sebagai revolusi teknologi besar berikutnya, meskipun masih dalam tahap awal.

"Sepuluh hingga 12 tahun terakhir adalah tentang persiapan untuk masa kini. Sekarang, AI bisa bernalar, berpikir, dan memahami informasi. Sungguh luar biasa," ujarnya.

Huang juga menanggapi kekhawatiran yang semakin meningkat seputar keamanan AI. "Kami harus terus mengembangkan teknologi dengan aman," kata Huang, seraya menyebut keamanan siber dan pemantauan lingkungan sebagai area utama untuk memastikan pengembangan yang bertanggung jawab.

Menanggapi pertanyaan tentang peran China dalam pengembangan AI, Huang menyoroti banyaknya peneliti di negara itu dan minat yang tinggi terhadap sains dan matematika. "China memiliki peneliti-peneliti hebat yang sangat siap menghadapi momen ini," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online