Proyek PSEL Piyungan Akan Buka Peluang 1000 Lowongan Kerja
Proyek PSEL Piyungan senilai Rp2,5–3 triliun diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja dengan prioritas pekerja lokal.
Foto ilustrasi. /Ist-Everypixel
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada 2026, ini merupakan kegiatan sepuluh tahun sekali untuk mendata para pelaku usaha. Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan saat ini BPS DIY sedang menyiapkan wilayah kerjanya.
Di mana nantinya wilayah kerja akan menentukan berapa banyak petugas yang direkrut. Wilayah kerja ini menurutnya tidak boleh tumpang tindih dengan wilayah lain, juga tidak boleh sampai ada wilayah yang tidak terdeteksi oleh petugas.
"Jadi kami melakukan pemetaan wilayah kerja nantiya menentukan wilayah kerja petugas yang tahun depan akan bertugas," ucapnya.
Menurutnya seluruh kegiatan ekonomi di wilayah kerja akan dicatat, kecuali pertanian. Sebab pertanian sudah ada sensusnya tersendiri. Herum menyebut ada yang wilayah kerjanya kecil tapi muatannya padat, misalnya mal hingga pasar.
BACA JUGA: Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Begini Respons Mensos
Namun ada juga yang wilayah kerjanya luas misalnya di Kabupaten Gunungkidul, tapi hanya ada 1-3 warung. Sehingga tidak dibutuhkan banyak petugas karena muatannya kecil.
"Setelah kegiatan ini merencanakan berapa kira-kira petugas yang akan direkrut," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan Sensus Ekonomi biasanya digelar pada pertengahan tahun. Namun BPS DIY masih menunggu jadwal pastinya karena ini juga akan menyangkut anggaran, persiapan secara infrastruktur, dan lainnya.
"Biasanya di pertengahan tahun, tapi kami masih menunggu jadwal," lanjutnya.
BACA JUGA: Mengenaskan! Rumah Pahlawan Nasional Slamet Riyadi di Solo Rusak Parah
Sebelumnya pada 2023 BPS menggelar Sensus Pertanian. Untuk menjawab perkembangan pertanian selama sepuluh tahun. Misalnya dari sisi pengusahaan lahan, jumlah petani gurem, penguasaan lahan, penerapan teknologi, hingga kredit usaha yang digunakan untuk pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek PSEL Piyungan senilai Rp2,5–3 triliun diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja dengan prioritas pekerja lokal.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.