Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono menyampaikan rilis inflasi September 2025. (tangkapan layar)
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada September 2025 DIY mengalami inflasi 0,15% secara bulanan (month-to-month/mtm) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,31 pada Agustus 2025 menjadi 108,47 pada September 2025.
Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 2,56% dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi 1,74%.
Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengatakan kelompok utama penyumbang inflasi September 2025 secara bulanan yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 0,98% dengan andil 0,07%. Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,21% dengan andil 0,06%.
"September 2025 terjadi inflasi sebesar 0,15% dibandingkan dengan harga-harga pada bulan Agustus 2025," ucapnya dalam rilis inflasi bulanan, Rabu (1/10/2025).
Sementara andil komoditas pendorong inflasi September 2025 di antaranya daging ayam ras dengan andil 0,10%, emas perhiasan 0,07%, cabai merah 0,05%, buncis 0,03%, disusul telur ayam ras, bayam, kontrak rumah, beras, ikan lele, dan cabai hijau masing-masing 0,01%.
"Kenaikan kontrak rumah wajar karena di Agustus tahun ajaran baru, sehingga banyak mahasiswa baru yang membutuhkan, demandnya meningkat kecenderungan harga naik," jelasnya.
BACA JUGA: Catat Produksi Jagung Akhir Tahun Berpotensi Turun 5,14 Persen
Lalu komoditas penghambat inflasi September 2025 secara bulanan adalah bawang merah andil 0,08%, tomat 0,05%, disusul terong, jeruk, dan bawang putih masing-masing 0,01%.
Sentot menjelaskan inflasi September 2025 secara tahunan 2,56% utamanya didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,27% dengan andil 0,65% dan kelompok makanan, minuman dan tembakau 4,25% dengan andil 1,16%.
Andil komoditas dominan pendorong inflasi September 2025 secara tahunan yakni emas perhiasan 0,58%, beras 0,16%, kelapa 0,14%, bawang merah 0,10%, daging ayam ras, cabai merah, kontrak rumah, sigaret kretek mesin (SKM) dan kopi bubuk masing-masing 0,08%, terakhir minyak goreng 0,06%.
Lalu komoditas penghambat inflasi September 2025 secara tahunan adalah bensin 0,06%, bawang putih 0,03%. Kemudian salak dan cabai rawit masing-masing 0,02%. Disusul daun bawang, kangkung, nangka muda, kentang, kacang panjang, dan telepon seluler masing-masing 0,01%.
BPS DIY juga melaporkan data inflasi antar kota pada September 2025. Di mana Kota Jogja mencatat inflasi sebesar 0,27% secara bulanan, dan 2,72% secara tahunan. Sementara Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi lebih rendah yaitu 0,05% secara bulanan dan 2,43% secara tahunan.
Secara nasional, Deputi Bidang Statistik Produksi M. Habibullah menyampaikan pada September 2025 terjadi inflasi 0,21% secara bulanan atau terjadi kenaikan IHK dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 108,74 pada September 2025. Secara tahunan terjadi inflasi 2,65% dan secara tahun kelander terjadi inflasi 1,82%.
Menurutnya kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah makanan minuman dan tembakau dengan inflasi 0,38% dan memberikan andil inflasi 0,11%. "Komoditas dominan pendorong inflasi kelompok ini adalah cabai merah dan daging ayam ras."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.