Hadeging Pakualaman 214 Hadirkan Kethoprak Sejarah Pakualaman
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Sejumlah pembeli sedang memilih model emas perhiasan. Dok. Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada September 2025 DIY mengalami inflasi 0,15% secara bulanan (month-to-month/mtm). Kelompok utama penyumbang inflasi September 2025 secara bulanan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, mengalami inflasi sebesar 0,98% dengan andil 0,07% dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,21% dengan andil 0,06%.
Komoditas pendorong inflasi September 2025 di antaranya daging ayam ras dengan andil 0,10%, emas perhiasan 0,07%, cabai merah 0,05%, buncis 0,03%, disusul telur ayam ras, bayam, kontrak rumah, beras, ikan lele, dan cabai hijau masing-masing 0,01%.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan kenaikan daging ayam ras disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari peternak, serta naiknya harga pakan ternak di tengah pemenuhan permintaan masyarakat.
Sementara kenaikan harga emas dipengaruhi harga emas global seiring ketidakpastian global yang tercermin dari meningkatnya Global Risk Index dan Geopolitical Risk Index.
"Kondisi tersebut berdampak pada tingginya permintaan konsumen untuk komoditas emas sebagai aset safe-haven," ucapnya.
Dia menjelaskan inflasi September 2025 utamanya tertahan oleh penurunan harga bawang merah dan tomat dengan andil deflasi masing-masing 0,08% dan 0,05% secara bulanan.
Penurunan harga bawang merah sebagai komoditas andil deflasi terbesar disebabkan oleh pasokan bawang merah yang melimpah dari Kabupaten Bantul di tengah masuknya pasokan dari Kota Bima dan Kabupaten Demak.
"Di tengah permintaan yang melemah," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan BI DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi kontribusi aktif berbagai pihak yang telah membangun sinergi dan kolaborasi.
BI memperkirakan inflasi DIY tahun 2025 tetap terjaga pada kisaran target 2,5% plus minus 1% (year-on-year/yoy). Capaian ini ditopang oleh upaya TPID DIY dalam kerangka 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2025.
Di antaranya pelaksanaan operasi pasar/pasar murah yang diperkuat dengan optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk menjaga daya beli, kampanye belanja bijak, dan penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik antar provinsi maupun intra provinsi.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan strategis serta maraknya berbagai gerakan sosial masyarakat yang bertujuan untuk stabilitas harga dan pasokan termasuk efisiensi distribusi komoditas. Dalam hal implementasi strategi komunikasi efektif.
Menurutnya TPID DIY telah melaksanakan kegiatan Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) Goes to School dalam rangka memberikan edukasi inflasi kepada 900 orang guru dan siswa SMA, SMK, dan MA. "Terlaksana pada 20 Agustus 2025, serta 16-19 September 2025 di 5 kabupaten/kota di DIY," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Prediksi Prancis vs Paraguay di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
BPBD Cilacap salurkan 117.000 liter air bersih ke 8 desa terdampak kekeringan. Ribuan warga kesulitan air selama kemarau.
Kasus dugaan korupsi program MBG di BGN menyeret TNI dan Polri aktif. Pemerintah tegaskan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
4 kebiasaan setelah jam 5 sore yang wajib dihindari agar tekanan darah stabil: kafein, garam, alkohol, dan stres. Simak rekomendasi pakar kesehatan.
Meta luncurkan Pocket, aplikasi AI untuk membuat gim & aplikasi interaktif tanpa kode. Cukup dengan prompt, siapa pun bisa jadi kreator.