Sensus Ekonomi 2026 DIY Dimulai 15 Juni, 4.000 Petugas Diterjunkan
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat pada Oktober 2025, DIY mengalami inflasi sebesar 0,42% secara bulanan (month-to-month/mtm). Secara tahunan (year-on-year/yoy), terjadi inflasi 2,90%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi mencapai 2,18%.
Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono, mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Oktober 2025 secara bulanan paling besar didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 2,80% yang menyumbang andil 0,19%. Menurutnya, kenaikan inflasi kelompok ini utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.
Ia menjelaskan, kelompok kedua disumbang oleh makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,53% dengan andil 0,14%. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang menahan laju inflasi pada Oktober 2025 adalah kesehatan, yang mengalami deflasi 0,28% dan menekan inflasi sebesar 0,01%.
"Kelompok lain yang mengalami kenaikan cukup besar adalah pendidikan, di mana terjadi kenaikan biaya akademi dan perguruan tinggi," ujarnya pada Senin (3/11/2025).
Sentot menyampaikan, andil komoditas pendorong inflasi Oktober 2025 secara bulanan adalah:
"Kenaikan pada kontrak rumah akibat demand di awal tahun ajaran perguruan tinggi," jelasnya.
Dia menambahkan, komoditas penghambat inflasi (deflasi) Oktober 2025 secara bulanan adalah:
Lebih lanjut, inflasi Oktober 2025 secara tahunan sebesar 2,90% utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,46% dengan andil 1,22%. Kelompok ini disusul oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,66% dengan andil 0,79%.
Secara spasial, Kota Jogja mencatat inflasi tertinggi, yaitu 0,59% (mtm) dan 3,25% (yoy). Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi 0,28% (mtm) dan 2,61% (yoy). Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat masih tumbuh positif menjelang akhir tahun. Namun, tekanan harga dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, terutama komoditas emas perhiasan, perlu diwaspadai.
"Karena berpotensi meningkatkan inflasi di bulan-bulan mendatang," lanjutnya.
Sementara itu, secara nasional, Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa pada Oktober 2025 terjadi inflasi 0,28% (mtm). Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada Oktober 2025.
"Secara year on year (yoy) terjadi inflasi sebesar 2,86%, dan secara tahun kalender (ytd) terjadi inflasi 2,10%," ucapnya.
Menurutnya, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar secara nasional juga adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 3,05%, memberikan andil inflasi sebesar 0,21%. Komoditas dominan pendorong inflasi dari kelompok ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi 0,21%.
Lalu, kata Pudji, komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah:
"Komoditas yang memberikan andil deflasi pada Oktober adalah bawang merah dan cabai rawit dengan andil masing-masing 0,03%, kemudian tomat 0,02%, dan komoditas lain seperti beras, kacang panjang, dan cabai hijau dengan andil deflasi masing-masing 0,01%," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.
Dokter menjelaskan penyakit rematik jantung akibat infeksi radang tenggorokan dapat memicu kebocoran katup jantung hingga belasan tahun kemudian.
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.