Timnas U-15 Indonesia Kalah 0-3 dari Wales di Festival FIFA
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Suasana Macro Economic Outlook 4Q2025 Bank Mandiri, Rabu (3/12/2025).
Harianjogja.com, JAKARTA—Menjelang akhir 2025, ekonomi global masih bergerak dalam ketidakpastian akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat hingga melemahnya permintaan dunia. Meski demikian, sejumlah indikator domestik menunjukkan ketahanan yang tetap solid dan menjadi pijakan bagi pelaku industri serta pemangku kebijakan dalam menatap prospek 2026.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyampaikan bahwa data awal menggambarkan tren perbaikan yang konsisten. Hal itu tercermin dari Purchasing Manufacturing Index (PMI) yang naik ke level 53,3, sementara indeks keyakinan konsumen mencapai posisi tertinggi dalam lima bulan terakhir.
“Perbaikan ini menandakan pulihnya persepsi masyarakat terhadap prospek ekonomi, sekaligus membuka ruang akselerasi pada 2026,” ujar Andry dalam Macro Economic Outlook 4Q2025, Rabu (3/12/2025).
Tim Ekonom Bank Mandiri menilai ketahanan ekonomi Indonesia tak lepas dari efektivitas kebijakan pemerintah dan otoritas moneter yang berjalan searah. Kebijakan fiskal-moneter yang ekspansif ditambah stimulus ekonomi dinilai berhasil menjaga daya beli dan mendukung pemulihan konsumsi.
Pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang mencapai 5,04% serta inflasi terjaga di 2,7% menjadi bukti bahwa fundamental domestik tetap kuat. “Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi jangkar kestabilan, sekaligus menyiapkan fondasi peningkatan aktivitas ekonomi tahun depan,” jelasnya.
Meski tekanan eksternal sempat memicu keluarnya dana asing dan melemahkan nilai tukar, respons pemerintah dan Bank Indonesia dianggap mampu menjaga stabilitas pasar keuangan. Kenaikan belanja pemerintah, stabilnya pasar obligasi, hingga IHSG yang menembus level all time high menunjukkan kepercayaan investor domestik masih terjaga.
Melihat perkembangan tersebut, Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh 5,2% pada 2026, ditopang konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Program-program strategis pemerintah dinilai bakal memberi multiplier effect ke berbagai sektor, terutama manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya.
Dari sisi perbankan, Andry menilai kondisi intermediasi berada dalam fase yang mendukung percepatan ekonomi. Penyaluran kredit Bank Mandiri hingga kuartal III/2025 tercatat tumbuh 11% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan industri, seiring membaiknya permintaan pembiayaan produktif dan likuiditas. Tingginya porsi dana murah atau CASA juga memperkuat efisiensi biaya dana.
Andry menegaskan bahwa optimisme pemulihan ekonomi akan tetap terjaga selama koordinasi kebijakan berjalan efektif. Kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri, ujarnya, menjadi kunci menjaga stabilitas, memperkuat produktivitas nasional, serta mendorong percepatan pertumbuhan pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Cek jadwal perpanjangan SIM di Sleman pada 26 Oktober 2026, termasuk layanan MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMMADE, dan persyaratannya.
Campus League Billiard Regional Yogyakarta 2026 melahirkan tiga kampiun, termasuk Risky Indrawan dan Okta Ayu yang memborong gelar juara.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 26 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.