Indonesia Vs Bangladesh: Jadwal, Jam Tayang, dan Streaming
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.
Foto ilustrasi sumur tambang minyak ilegal. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Venezuela tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia, namun produksi energi negara tersebut justru merosot tajam akibat sanksi dan masalah tata kelola.
Melansir dari Reuters, Venezuela memiliki 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total cadangan global, posisi Venezuela secara teknis melampaui kekuatan energi Arab Saudi.
Harta karun energi Venezuela sebagian besar terkonsentrasi di Sabuk Orinoco yang terletak di wilayah tengah negara. Berbeda dengan minyak di Timur Tengah yang lebih ringan, minyak Venezuela didominasi jenis minyak berat (heavy oil).
Meskipun secara teknis dapat diekstraksi, pengolahannya memerlukan investasi jumbo dan teknologi mutakhir untuk proses pengenceran agar dapat dijual ke pasar global. Faktor biaya produksi yang tinggi inilah yang menjadi hambatan besar di tengah keterbatasan modal negara.
Sebagai salah satu pendiri organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), Venezuela sempat menikmati masa keemasan pada dekade 1970-an dengan produksi mencapai 3,5 juta barel per hari (bph).
Sayangnya, data tahun lalu menunjukkan kemerosotan drastis di mana produksi hanya mampu bertahan di angka 1,1 juta bph. Penurunan ini merupakan dampak langsung dari akumulasi masalah di tubuh Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), perusahaan minyak negara yang didera isu korupsi, kurangnya investasi, dan kerusakan infrastruktur yang masif.
Ketegangan politik terbaru, termasuk isu penangkapan Presiden Nicolas Maduro, kembali memicu spekulasi di pasar energi global. Analis dari Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen, berpendapat bahwa perubahan rezim dapat membuka keran pasokan minyak dalam jangka panjang.
"Jika perubahan kepemimpinan diikuti oleh pencabutan sanksi dan kembalinya investor asing, ekspor minyak Venezuela berpeluang bangkit kembali," ungkap Saul Kavonic, analis dari MST Marquee.
Meski ada harapan, pemulihan sektor energi Venezuela tidak akan terjadi dalam semalam. Jorge Leon, Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy, mengingatkan bahwa transisi kekuasaan yang tidak stabil justru bisa memperburuk situasi.
Berkaca pada kasus Libya dan Irak, perubahan rezim secara paksa jarang membuahkan stabilitas pasokan energi dalam waktu singkat. Venezuela membutuhkan restorasi infrastruktur total dan kepastian hukum yang kuat untuk menarik kembali raksasa energi dunia guna mengeksploitasi cadangan raksasanya secara maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.