Tiket Konser The Weeknd di Jakarta Sold Out dalam 3 Jam
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Foto ilustrasi sumur tambang minyak ilegal. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Venezuela tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia, namun produksi energi negara tersebut justru merosot tajam akibat sanksi dan masalah tata kelola.
Melansir dari Reuters, Venezuela memiliki 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total cadangan global, posisi Venezuela secara teknis melampaui kekuatan energi Arab Saudi.
Harta karun energi Venezuela sebagian besar terkonsentrasi di Sabuk Orinoco yang terletak di wilayah tengah negara. Berbeda dengan minyak di Timur Tengah yang lebih ringan, minyak Venezuela didominasi jenis minyak berat (heavy oil).
Meskipun secara teknis dapat diekstraksi, pengolahannya memerlukan investasi jumbo dan teknologi mutakhir untuk proses pengenceran agar dapat dijual ke pasar global. Faktor biaya produksi yang tinggi inilah yang menjadi hambatan besar di tengah keterbatasan modal negara.
Sebagai salah satu pendiri organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), Venezuela sempat menikmati masa keemasan pada dekade 1970-an dengan produksi mencapai 3,5 juta barel per hari (bph).
Sayangnya, data tahun lalu menunjukkan kemerosotan drastis di mana produksi hanya mampu bertahan di angka 1,1 juta bph. Penurunan ini merupakan dampak langsung dari akumulasi masalah di tubuh Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), perusahaan minyak negara yang didera isu korupsi, kurangnya investasi, dan kerusakan infrastruktur yang masif.
Ketegangan politik terbaru, termasuk isu penangkapan Presiden Nicolas Maduro, kembali memicu spekulasi di pasar energi global. Analis dari Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen, berpendapat bahwa perubahan rezim dapat membuka keran pasokan minyak dalam jangka panjang.
"Jika perubahan kepemimpinan diikuti oleh pencabutan sanksi dan kembalinya investor asing, ekspor minyak Venezuela berpeluang bangkit kembali," ungkap Saul Kavonic, analis dari MST Marquee.
Meski ada harapan, pemulihan sektor energi Venezuela tidak akan terjadi dalam semalam. Jorge Leon, Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy, mengingatkan bahwa transisi kekuasaan yang tidak stabil justru bisa memperburuk situasi.
Berkaca pada kasus Libya dan Irak, perubahan rezim secara paksa jarang membuahkan stabilitas pasokan energi dalam waktu singkat. Venezuela membutuhkan restorasi infrastruktur total dan kepastian hukum yang kuat untuk menarik kembali raksasa energi dunia guna mengeksploitasi cadangan raksasanya secara maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.