Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi pada Desember 2025 sebesar 0,65 persen secara bulanan, didorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga.
Inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran pemerintah, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus satu persen. Secara tahunan maupun tahun kalender, inflasi DIY pada Desember 2025 tercatat 3,11 persen.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,47 persen. Komoditas seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah menjadi faktor dominan, seiring meningkatnya permintaan dan fluktuasi pasokan di akhir tahun.
Plt Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan capaian ini masih dalam batas yang ditetapkan pemerintah yakni 2,5% plus minus 1%. Menurutnya perkembangan inflasi bulanan pada Desember 2025 sebesar 0,65%, menjadi inflasi tertinggi ke-3 sepanjang 2025, di mana selama 2025 DIY mengalami 4 kali deflasi dan 8 kali inflasi.
Dia mengatakan, jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, pada Desember 2025 utamanya di sumbang oleh Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,47%, disusul Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan dengan andil 0,13%.
"Inflasi Desember 2025 0,65% mtm, sehingga inflasi yoy dan ytd mencapai 3,11%," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (5/1/2026).
Menurutnya andil komoditas dominan pendorong inflasi bulanan Desember 2025 adalah cabai rawit dengan andil 0,14%, emas perhiasan andil 0,13%, daging ayam ras andil 0,06%, bensin andil 0,04%, cabai merah andil 0,04%, bawang merah andil 0,03%, telur ayam ras andil 0,03%, tomat andil 0,02%, cabai hijau andil 0,02%, dan wortel andol 0,02%.
Sementara itu, komoditas penghambat inflasi bulanan Desember 2025 yakni kelapa andil -0,02%, buncis andil -0,01%, dan ketimun andil -0,01%.
Lebih lanjut Herum mengatakan, salah satu yang menarik adalah penyumbang inflasi selama 2025 secara umum komoditas dari kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki frekuensi lebih sering sebagai komoditas utama penyumbang inflasi. Ia mengatakan dari 15 komoditas yang ditampilkan, 12 di antaranya dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
"Komoditas emas perhiasan jadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan dalam 10 bulan selama 2025, diikuti bawang merah mencapai sekitar 7 bulan mengalami inflasi, dan dari 15 komoditas yang kami tampilkan cabai hijau dan bayam 3 bulanan alami inflasi," kata Herum.
Ia menyebut inflasi yoy Desember 2025 sebesar 3,11% lebih tinggi dari 2024 yang hanya 1,28%. Secara tahunan inflasi Desember 2025 utamanya disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,39%. Dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,92%.
Komoditas pendorong inflasi Desember 2025 yoy di antaranya emas perhiasan andil 0,87%, beras andil 0,15%, cabai rawit andil 0,13%, cabai merah andil 0,13%, kelapa andil 0,10%, kontrak rumah andil 0,09%, daging ayam ras andil 0,09%, sigaret kretek mesin andil 0,07%, sigaret kretek tangan andil 0,06%, dan wortel 0,06%.
Lalu komoditas penghambat di antaranya bawang putih andil -0,06%, tomat andil -0,03%, tarif kereta api andil -0,02%, kaca mata plus dan minus andil -0,01%, telepon seluler andil -0,01%, kacang panjang andil -0,01%, tarif kendaraan roda empat online andil -0,01%, pembersih lantai andil -0,01%, dan sabun detergen bubuk andil -0,01%.
"Berdasarkan wilayah, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi yoy sebesar 2,93% dan inflasi mtm sebesar 0,74%. Sementara itu, Kota Jogja mengalami inflasi yoy sebesar 3,33% dan inflasi mtm sebesar 0,53%," lanjutnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64% secara mtm atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025.
"Inflasi tahun kalender ytd 2,92%, pada akhir tahun inflasi yoy dan inflasi ytd akan sama," ujarnya.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau 1,66% dan berikan andil inflasi sebesar 0,48%. Menurutnya komoditas dominan dorong inflasi kelompok ini adalah cabai rawit dengan andil inflasi 0,17%, daging ayam ras andil inflasi 0,09%, berikutnya bawang merah andil inflasi 0,07%, ikan segar andil inflasi 0,04%, serta telur ayam ras andil inflasi 0,03%.
"Komoditas lain andil inflasi emas perhiasan 0,07%, kemudian bensin andil inflasi 0,03%, dan tarif angkutan udara andil 0,02%," ucapnya.
BPS menilai tekanan inflasi masih terkendali dan perlu terus dijaga melalui pengendalian harga pangan strategis di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest