Wali Kota Hasto Minta Suporter PSIM dan PSS Jaga Damai saat Derbi DIY
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta suporter PSIM dan PSS menjaga kondusivitas saat derbi DIY kembali hadir di Super League 2026/2027.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memproyeksikan sektor pangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pariwisata menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 di tengah keterbatasan ruang fiskal dan dinamika ekonomi nasional maupun global.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menyampaikan perekonomian DIY hingga saat ini masih berada pada tren positif, terutama ditopang sektor-sektor produktif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Kalau kita masih on track untuk pertumbuhan ekonomi. Masih positif lah, dalam artian dari sisi pertumbuhan khususnya di sektor-sektor produktif,” ujar Ni Made, kepada Harianjogja.com belum lama ini.
Menurut Ni Made, struktur PDRB DIY saat ini diperkuat oleh sektor makanan dan akomodasi, industri pengolahan, serta pertanian. Ketiga sektor tersebut dinilai saling terkait dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi DIY.
Penguatan sektor pertanian, lanjutnya, juga beririsan dengan kebijakan nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Apabila direncanakan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, program tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani dan pelaku usaha lokal.
“Kalau kita runut lagi, mungkin kalau kita mengaturnya dengan baik, dari sisi perencanaan, dari hulu hilirnya, kemudian keterlibatan seluruh elemen, termasuk kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan komoditas petani, ini cukup menguatkan dari sisi ekonomi di DIY,” katanya.
Meski demikian, Ni Made mengakui bahwa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen pada 2026 bukan perkara mudah. Tantangan tersebut muncul di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah serta dinamika ekonomi nasional dan global yang terus berkembang.
Dalam menopang pertumbuhan ekonomi DIY, Pemda DIY masih menempatkan UMKM dan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah. UMKM dinilai memiliki kontribusi dominan karena mencakup berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga perdagangan.
“Perekonomian kita di DIY ini tumbuh mayoritas kan dari UMKM ya. Sama pariwisata yang terus kita andalkan sejak lama,” ujarnya.
Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga disebut memiliki peran signifikan, terutama dalam mendukung industri pengolahan dan perdagangan yang sebagian besar berbasis usaha kecil dan menengah.
Terkait terobosan baru pada 2026, Ni Made menyebut Pemda DIY masih menunggu arah kebijakan nasional. Namun demikian, penguatan produktivitas, optimalisasi komoditas pangan dan industri, serta kerja sama dengan pihak ketiga akan terus didorong.
“Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya tergantung kepada sisi sektor pemerintah semata. Ini juga bagaimana kontribusi masyarakat dan swasta, terutama melalui investasi,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan ekspor, pengendalian impor, serta pengembangan ekonomi pedesaan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi DIY pada tahun-tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta suporter PSIM dan PSS menjaga kondusivitas saat derbi DIY kembali hadir di Super League 2026/2027.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.