Layanan Kesehatan di Kota Magelang Didorong Lebih Dekat ke Warga
Pemkot Magelang mendorong transformasi layanan kesehatan yang inklusif melalui penguatan pencegahan, homecare, layanan primer, dan teknologi digital.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta. - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Stok beras nasional dinyatakan aman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyebut cadangan beras nasional mencapai sekitar 3,32 juta ton, namun pemerintah diminta tetap mengantisipasi potensi anomali cuaca yang dapat mengganggu distribusi dan produksi pangan.
Penegasan tersebut disampaikan usai Komisi IV DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (12/2/2026). Dari hasil peninjauan di Gudang Bulog Trihajo, Wates, Kabupaten Kulon Progo, kapasitas penyimpanan terpantau terisi dan pasokan relatif terjaga.
"Kami dari Komisi IV memberikan apresiasi kepada pemerintah. Sesuai laporan Menteri Pertanian dan Bulog, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,32 juta ton. Ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah dan menjadi modal penting menghadapi kebutuhan menjelang Ramadhan dan Lebaran," kata Firman.
Ia menambahkan, hasil sidak selaras dengan laporan pemerintah terkait posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog. Hingga akhir 2025, stok CBP diperkirakan melampaui 3 juta ton, disebut sebagai level tertinggi sejak era kemerdekaan Indonesia tanpa kontribusi impor besar-besaran.
Secara keseluruhan, estimasi stok beras nasional mencapai sekitar 12,5 juta ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, termasuk saat momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
Wilayah DIY yang ditopang sentra pertanian seperti Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Gunungkidul turut menjadi penopang pasokan beras, baik pada level regional maupun nasional. Meski demikian, Firman mengingatkan bahwa faktor cuaca ekstrem perlu menjadi perhatian serius.
"Yang perlu diantisipasi adalah kemungkinan anomali cuaca menjelang Ramadhan. Kalau terjadi banjir dan akses jalan terganggu, distribusi akan terhambat dan itu bisa mempengaruhi harga di lapangan," ujarnya.
Selain distribusi, ia juga menyoroti potensi dampak terhadap produksi. Banjir di wilayah pertanian berisiko memicu gagal panen dan menurunkan produksi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi proses penyerapan gabah oleh Bulog pada periode pasca-Lebaran.
Dari hasil sidak di DIY, Firman menegaskan tidak ditemukan persoalan krusial terkait ketersediaan stok beras nasional. Namun, kewaspadaan terhadap risiko cuaca dan gangguan distribusi akan tetap menjadi perhatian Komisi IV DPR RI dalam pembahasan kebijakan pangan nasional ke depan guna memastikan pasokan beras aman hingga Idul Fitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Magelang mendorong transformasi layanan kesehatan yang inklusif melalui penguatan pencegahan, homecare, layanan primer, dan teknologi digital.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.
Firefox iOS kini hadirkan pemblokir iklan bawaan tanpa ekstensi. Aktifkan di Settings > Browsing > Content. Beda dengan ETP, ini khusus filter iklan