9 WNI Ditahan Israel, Menlu Sugiono Minta Bantuan Yordania-Turki-Mesir
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Foto ilustrasi beras. - Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA— Antisipasi dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai diperkuat dengan strategi menjaga cadangan pangan nasional. Perum Bulog memastikan stok beras tetap aman melalui peningkatan serapan dan koordinasi lintas sektor.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut langkah antisipatif telah dilakukan menyusul informasi potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
"Jadi kami sudah antisipasi terkait dengan kemarin adanya informasi dari BMKG kemungkinan besar di pertengahan tahun akan terjadi El Nino," ujarnya saat ditemui di Pasar Wonokromo, di Surabaya, Sabtu.
Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Pertanian untuk menyiapkan langkah mitigasi di lapangan.
"Nah El Nino ini kami kemarin sudah rapat dengan Kementerian Pertanian, dibimbing Pak Mentan langsung mengantisipasi dan memitigasi terkait ancaman tersebut," katanya.
Sejumlah upaya teknis disiapkan untuk menjaga produksi tetap stabil, di antaranya melalui pompanisasi serta penambahan alat dan mesin pertanian.
"Solusinya di antaranya dari Kementerian Pertanian akan menambahkan pompanisasi kemudian juga memberikan tambahan alsintan, sehingga harapannya tingkat produksi tidak menurun, bahkan berpotensi meningkat," ujarnya.
Di sisi lain, Rizal menilai El Nino tidak sepenuhnya berdampak negatif karena bertepatan dengan masa panen padi di sejumlah wilayah.
"Karena di bulan-bulan tersebut adalah puncak-puncaknya panen padi. Nah kalau panen padi itu malah kita senang yang kering, karena hasilnya jadi lebih bagus," katanya.
Dari sisi pengadaan, Bulog mencatat realisasi penyerapan beras telah melampaui 35 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
"Pengadaan sekarang sudah mencapai di atas 35 persen dari target 4 juta ton yang diperintahkan Bapak Presiden kepada Bulog untuk menyerap beras tersebut," ujarnya.
Cadangan beras yang dikuasai Bulog saat ini juga mencapai 4,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
"Ini adalah stok tertinggi. Tahun lalu tertinggi 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui," katanya.
Ia optimistis jumlah tersebut masih akan bertambah dalam waktu dekat, seiring masuknya masa panen di berbagai daerah. "Prediksi kami akhir April atau masuk Mei bisa tembus sekitar 5 juta ton," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
9 WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan Gaza. Menlu Sugiono koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk penyelamatan.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.