Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA—Pertumbuhan sektor jasa keuangan sebesar 7,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025 menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Angka ini menegaskan peran strategis sektor jasa keuangan sebagai penopang utama ekonomi Indonesia.
Data tersebut dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (19/2), menyebutkan pertumbuhan 7,92 persen (yoy) merupakan laju tertinggi sejak kuartal II-2021.
Konsultan dan perencana keuangan, Elvi Diana, menilai capaian tersebut menunjukkan sektor jasa keuangan semakin kokoh dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini adalah sinyal bahwa kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional terus menguat, sekaligus mencerminkan dinamika ekonomi yang semakin sehat dan progresif,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Menurut Elvi, kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian juga tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio tersebut menunjukkan pendalaman pasar keuangan (financial deepening) di Tanah Air semakin kuat.
Ia menilai capaian ini turut mengindikasikan meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi yang terus berkembang.
Selain pertumbuhan aset, diversifikasi produk keuangan yang semakin luas menjadi indikator penting lainnya. Instrumen investasi kini semakin beragam, mulai dari saham, obligasi, reksa dana, hingga produk derivatif, sehingga membuka lebih banyak alternatif bagi investor.
“Makin banyak produk keuangan yang tersedia, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk menyesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka,” ujar dia.
Elvi menambahkan, diversifikasi tersebut juga mencerminkan semakin matangnya infrastruktur serta regulasi pasar keuangan nasional.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah dan otoritas pasar modal agar tetap memperkuat ketahanan investor terhadap risiko fluktuasi pasar. Menurutnya, pertumbuhan tinggi harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan perlindungan investor.
“Fluktuasi pasar adalah keniscayaan. Karena itu, pemerintah dan otoritas perlu memperluas edukasi literasi keuangan, memperkuat transparansi emiten, serta menyediakan instrumen lindung nilai (hedging) yang lebih mudah diakses oleh investor ritel,” jelas Elvi.
Ia juga mendorong pengembangan instrumen stabilisasi pasar, peningkatan kualitas pengawasan, serta penguatan manajemen risiko di lembaga jasa keuangan agar pertumbuhan sektor jasa keuangan tetap berkelanjutan dan mampu menopang stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.