Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Dunia, RI Waspada
Harga pangan dunia naik pada Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah. Indonesia berpotensi terdampak inflasi pada komoditas impor.
Foto ilustrasi bank sampah anorganik, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak serius pada industri plastik nasional. Kelangkaan bahan baku memicu lonjakan harga hingga 50% dan meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ketua Umum Asosiasi Produsen Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), Henry Chevalier, menyebut tekanan terhadap industri hilir kian terasa seiring terganggunya pasokan. Bahkan, indikasi pengurangan tenaga kerja mulai muncul di sejumlah perusahaan.
“Ada beberapa yang mungkin mereka sudah mengarah ke sana [PHK], tapi, karena mereka masih punya modal, kita coba survive dulu ya. Namun, arah ke sana [PHK] itu sudah ada beberapa industri kita yang sudah mengarah ke sana,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurut Henry, penutupan Selat Hormuz membuat pelaku usaha ragu menjalin kontrak baru dengan pelanggan karena ketidakpastian pasokan. Kondisi ini diperparah oleh force majeure dari industri hulu yang memangkas suplai hingga 50% meski sudah ada perjanjian sebelumnya.
Selain itu, proses impor juga terganggu karena perusahaan asuransi enggan menanggung pengiriman melalui jalur tersebut. Negara pemasok seperti China, Thailand, dan Vietnam bahkan mulai membatasi ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik.
Akibatnya, harga bahan baku plastik melonjak hingga 40%–50% dan mulai merembet ke harga produk konsumen. “Kantong-kantong kresek saja yang tadinya harga berapa, sekarang sudah naik hampir 50% harganya,” kata Henry.
Ia mengingatkan, kondisi ini berpotensi memicu inflasi lebih luas, terutama pada produk kemasan makanan dan minuman hingga farmasi, di tengah daya beli masyarakat yang sudah melemah.
Secara struktural, industri dalam negeri masih bergantung pada impor sekitar 40%–50% kebutuhan bahan baku plastik, sementara produksi petrokimia domestik baru mampu memenuhi 50%–60%. Ketergantungan ini membuat pasokan dalam negeri rentan saat jalur distribusi global terganggu.
Henry mendorong pemerintah memberikan dukungan melalui kebijakan non-tarif untuk memperkuat industri hulu. Menurutnya, kebijakan tarif justru berpotensi menambah beban biaya produksi.
“Berikanlah fasilitas yang non-tarif barrier. Dengan adanya non-tarif barrier, sehingga mereka punya cost bisa ditekan harga bahan bakunya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga pangan dunia naik pada Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah. Indonesia berpotensi terdampak inflasi pada komoditas impor.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.