PBB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Perbatasan China-Nepal
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,7 persen, turun tipis dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8 persen.
Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 yang dirilis Rabu (8/4/2026)
Meski mengalami koreksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diproyeksikan sebesar 4,2 persen.
Kawasan ini mencakup sejumlah negara seperti China, Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Vietnam.
Dipengaruhi Faktor Global
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, menyebut prospek ekonomi kawasan sangat dipengaruhi dinamika global.
Beberapa faktor utama di antaranya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi, kebijakan perdagangan Amerika Serikat, serta ketidakpastian kebijakan global.
Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor positif yang dapat mendorong pertumbuhan.
Menurut Mattoo, Indonesia memiliki ketahanan relatif lebih baik dibanding negara lain, salah satunya karena ketergantungan terhadap impor energi yang lebih rendah.
Laporan mencatat impor bersih minyak dan gas Indonesia hanya sekitar 1 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan Thailand (7 persen), Filipina (3 persen), dan Vietnam (2 persen).
Risiko Inflasi dan Investasi
Meski demikian, tekanan global tetap berpotensi berdampak pada ekonomi domestik. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan beban subsidi energi dan memicu inflasi.
Selain itu, kenaikan harga pupuk dan semikonduktor juga berpotensi mendorong biaya produksi dan harga pangan.
Sentimen risiko global yang meningkat juga dinilai dapat menekan investasi dan konsumsi.
Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia akan kembali menguat dengan pertumbuhan mencapai 5,2 persen pada 2027.
Pemulihan ini didorong oleh sejumlah faktor, seperti optimalisasi investasi melalui dana kekayaan negara serta peningkatan kredit swasta.
Perlu Reformasi Struktural
Laporan juga menekankan pentingnya reformasi untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang, seperti penghapusan hambatan non-tarif di sektor jasa, deregulasi, serta penyederhanaan perizinan usaha.
Langkah tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Sebagai perbandingan, proyeksi pertumbuhan ekonomi negara tetangga pada 2026 antara lain Malaysia 4,4 persen, Filipina 3,7 persen, Thailand 1,3 persen, dan Vietnam 6,3 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Ariel Tatum resmi mengganti nama legal menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini setelah permohonannya dikabulkan PN Jakarta Selatan. Ini alasan di baliknya.
Bayar pakai QRIS kena biaya admin? Bank Indonesia melarang surcharge kepada konsumen dan mengatur MDR sebagai tanggung jawab merchant.
Cara cek jalan ditutup dan kondisi kemacetan real-time di Google Maps lewat fitur Lalu lintas di ponsel Android maupun iOS.
Luca Marini meninggalkan Honda HRC akhir musim 2026 dan bergabung dengan KTM Tech3 mulai MotoGP 2027 dengan kontrak hingga 2028.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.