Kebakaran KMP Putri Yasmin, 172 Orang Selamat, 1 Meninggal
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara/PT Pupuk Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA—Lonjakan permintaan pupuk urea dari Indonesia mulai terlihat di tengah gangguan rantai pasok global. Empat negara tercatat telah menjalin komunikasi untuk mendapatkan pasokan, memanfaatkan posisi Indonesia sebagai produsen besar di kawasan.
India, Filipina, Brasil, dan Australia menjadi negara yang mulai mengantre untuk mengimpor urea dari Indonesia. Minat tersebut muncul di tengah terganggunya distribusi pupuk global akibat situasi di Selat Hormuz.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan komunikasi dengan negara-negara tersebut sudah berjalan. “Sejauh ini yang sudah berkomunikasi India, Filipina, Brasil, sama Australia yang berminat untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia,” ujarnya seusai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Jakarta, Rabu (16/4/2026).
Gangguan distribusi global berdampak besar karena sekitar sepertiga pasokan pupuk dunia melewati Selat Hormuz. Kondisi ini memicu lonjakan harga urea di pasar internasional.
Harga urea yang sebelumnya berada di kisaran 600 hingga 700 dolar AS per ton kini melonjak mendekati 900 dolar AS per ton. Kenaikan tersebut dipicu terbatasnya pasokan serta meningkatnya permintaan dari berbagai negara.
Surplus Jadi Daya Tarik
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia memiliki keunggulan karena mampu memproduksi urea secara mandiri berbasis gas alam domestik.
Kapasitas produksi nasional mencapai sekitar 14,5 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri berada di bawah angka tersebut. Pemerintah memperkirakan terdapat kelebihan produksi sekitar 1,5 juta ton pada 2026 yang dapat dialokasikan untuk ekspor.
Sudaryono menyebut sejumlah negara telah menyatakan minat untuk memanfaatkan surplus tersebut. “Mereka ingin mendapatkan ekses 1,5 juta ton yang bisa dialokasikan atau mereka minta untuk Indonesia bisa ekspor ke negara mereka masing-masing,” katanya.
Kebutuhan Dalam Negeri Tetap Prioritas
Meski peluang ekspor terbuka lebar, pemerintah menegaskan kebutuhan petani dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.
Ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan global seperti konflik geopolitik dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.
Pemerintah juga memastikan stok pupuk dalam negeri tetap aman, meskipun di lapangan terkadang terjadi keterlambatan distribusi akibat tingginya serapan petani.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi positif karena menunjukkan meningkatnya aktivitas tanam yang sejalan dengan data penyuluh pertanian terkait luas tanam nasional.
Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan pupuk agar tetap stabil, sekaligus memanfaatkan peluang ekspor tanpa mengganggu kepentingan petani di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny