Sensus Ekonomi 2026 di DIY Capai 79 Persen, Targetkan Rampung Agustus
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Ilustrasi pengangguran. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Kabar baik datang dari sektor ketenagakerjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat kondisi tenaga kerja pada Februari 2026 menunjukkan tren positif, dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja dan turunnya angka pengangguran.
Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan jumlah angkatan kerja mencapai 2,28 juta orang. Angka ini naik sekitar 42.000 orang dibandingkan Februari 2025. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 74,52%, atau meningkat 0,80 persen poin secara tahunan.
“Peningkatan ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi,” ujarnya, Selasa (19/5/2026)
Tak hanya itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DIY juga mengalami penurunan. Pada Februari 2026, TPT berada di angka 3,05%, turun 0,13 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa pasar kerja di Jogja mulai membaik.
Jumlah penduduk yang bekerja pun ikut meningkat. Tercatat sebanyak 2,21 juta orang telah terserap di berbagai sektor pekerjaan, atau bertambah sekitar 44.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 24,59%. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,08%, serta industri pengolahan 15,17%.
Namun demikian, Endang menyoroti bahwa sektor formal masih belum dominan. Proporsi pekerja formal hanya mencapai 46,02%, bahkan mengalami penurunan 1,10 persen poin dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan sektor informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan di DIY.
Dari sisi jam kerja, mayoritas tenaga kerja merupakan pekerja penuh (≥35 jam per minggu) sebesar 71,75%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pekerja tidak penuh mencapai 28,25%, yang terdiri dari pekerja paruh waktu dan setengah penganggur.
Jika dilihat dari tingkat pendidikan, tenaga kerja di DIY masih didominasi lulusan SMK sebesar 24,15%, disusul lulusan SD ke bawah 23,13%. Kondisi ini menunjukkan tantangan besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan di Jogja pada awal 2026 menunjukkan arah yang menggembirakan. Meski demikian, pekerjaan rumah masih ada, terutama dalam memperluas lapangan kerja formal dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Penelitian terbaru mengungkap AI membantu industri minyak dan gas meningkatkan produksi, memicu emisi karbon lebih besar dibanding dampak pusat data.
Komisi III DPR menargetkan RUU Perampasan Aset disahkan sebelum Desember 2026 dan membuka ruang partisipasi publik dalam pembahasannya.
YouTube akan mengubah cara hitung view mulai 24 Agustus 2026. Video langsung dihitung 1 view begitu diputar, tanpa perlu menonton 30 detik. Angka view naik, tap
Indonesia menjadi negara termakmur ketiga di ASEAN 2026 dengan skor 66,89. Namun, nilainya turun dari 67,01 pada tahun sebelumnya.
Thailand punya rekor kandang impresif lawan Singapura: 17 tahun tak pernah kalah! 7 kemenangan beruntun sejak 2010. Gajah Perang siap lolos ke final Piala AFF 2