Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Respons Pasar Mulai Positif

Newswire
Newswire Jum'at, 29 Mei 2026 10:37 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Respons Pasar Mulai Positif

Ilustrasi uang rupiah - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah akhirnya menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi setelah beberapa waktu terakhir berada di bawah tekanan kuat dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah tercatat menguat 32 poin atau sekitar 0,18% menjadi Rp17.814 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.846 per dolar AS.

Penguatan ini memberi sedikit ruang napas bagi pasar keuangan domestik yang dalam beberapa pekan terakhir dibayangi volatilitas tinggi akibat sentimen global, mulai dari ketidakpastian arah suku bunga The Fed hingga konflik geopolitik di Timur Tengah.

Dolar AS Mulai Kehilangan Momentum

Pergerakan rupiah kali ini terjadi di tengah mulai melambatnya penguatan indeks dolar AS (DXY) yang sebelumnya sempat menekan mayoritas mata uang Asia. Beberapa analis menilai pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah dolar AS melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah dinilai masih belum sepenuhnya hilang. Investor global masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang diperkirakan tetap ketat lebih lama dari perkiraan awal.

Selain faktor suku bunga, konflik di kawasan Timur Tengah dan gangguan jalur perdagangan internasional juga ikut memicu arus dana global bergerak ke aset aman seperti dolar AS.

Rupiah Sempat Sentuh Level Terlemah

Sepanjang 2026, rupiah beberapa kali mencetak level terlemah baru terhadap dolar AS. Bahkan pada April lalu, nilai tukar rupiah sempat menyentuh rekor rendah hingga di atas Rp17.000 per dolar AS sehingga memaksa Bank Indonesia melakukan intervensi pasar.

Tekanan terhadap rupiah juga sempat memicu perhatian publik dan pelaku pasar karena dinilai menjadi salah satu pelemahan terdalam di kawasan Asia tahun ini.

Di media sosial dan forum ekonomi, pembahasan soal rupiah bahkan menjadi sorotan utama masyarakat, terutama setelah kurs mendekati level Rp17.800 per dolar AS.

Bank Indonesia Masih Jadi Tumpuan

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Sebelumnya, BI menegaskan akan menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga nilai tukar agar tidak bergerak terlalu liar.

Langkah stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar valuta asing, pembelian obligasi pemerintah, hingga penguatan instrumen investasi berbasis rupiah untuk menarik arus modal asing.

Pasar Masih Waspada

Meski rupiah pagi ini menguat, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Sentimen global diperkirakan masih menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Jika tekanan dolar AS kembali meningkat atau tensi geopolitik memanas, bukan tidak mungkin rupiah kembali mengalami tekanan.

Namun untuk sementara, penguatan pada Jumat pagi menjadi sinyal positif bahwa rupiah masih memiliki peluang untuk stabil setelah sempat mengalami tekanan berat dalam beberapa bulan terakhir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online