Ginjal Terancam Rusak? Coba Rutin Konsumsi Tiga Makanan Ini
Tiga makanan sederhana yakni mentimun, lemon, dan peterseli disebut dapat membantu menjaga fungsi ginjal dan menurunkan risiko batu ginjal.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026). Berdasarkan data pasar spot, rupiah berada di level Rp17.996,10 per dolar AS atau turun 51,10 poin setara 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan tersebut membuat rupiah semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar, dunia usaha, hingga investor domestik.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang global. Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,09 persen ke posisi 100,715.
Selain terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Euro tercatat berada di level Rp20.570 atau naik 0,20 persen. Dolar Singapura menguat 0,22 persen menjadi Rp13.929 per dolar Singapura.
Mata uang regional lainnya juga menunjukkan penguatan terhadap rupiah. Baht Thailand naik 0,28 persen menjadi Rp542,729. Ringgit Malaysia menguat 0,17 persen ke posisi Rp4.416,94, sedangkan Yuan Tiongkok naik 0,19 persen menjadi Rp2.652,46.
Sementara itu, Won Korea Selatan menguat 0,08 persen ke level Rp11,7472 dan Yen Jepang bertambah 0,03 persen menjadi Rp111,27.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi. Pelemahan rupiah biasanya meningkatkan biaya impor bahan baku, barang modal, hingga produk konsumsi yang masih bergantung pada pasokan luar negeri. Di sisi lain, eksportir berpeluang memperoleh keuntungan lebih besar dari hasil konversi devisa.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati sejumlah perkembangan global yang memengaruhi pergerakan mata uang dunia. Salah satunya terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang kembali menjadi perhatian setelah muncul sinyal berbeda mengenai proses negosiasi kedua negara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimistis bahwa Iran telah menyetujui sebagian besar poin yang dibutuhkan dalam pembicaraan. Namun laporan yang beredar menyebut Teheran menolak proposal Washington terkait status Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dibahas.
Ketidakpastian tersebut membuat risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor global.
Dari Amerika Serikat, pasar juga merespons data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Pada Juni 2026, ekonomi AS hanya menambah sekitar 57.000 pekerjaan baru, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan sekitar 110.000 pekerjaan.
Data tersebut memunculkan berbagai spekulasi terkait arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, pada beberapa bulan mendatang.
Sementara itu, pasar energi global juga mendapat sentimen baru setelah kelompok negara produsen minyak OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus 2026.
Penambahan pasokan tersebut terjadi ketika harga minyak dunia mulai bergerak lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu. Harga minyak kini berada di kisaran US$72 per barel setelah sebelumnya sempat menembus lebih dari US$120 per barel.
Di tengah fluktuasi pasar keuangan global, minat investor terhadap aset aman juga meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan harga emas dunia yang kembali menguat pada perdagangan terbaru.
Kontrak emas spot XAU/USD tercatat naik 18,05 poin atau 0,43 persen ke level US$4.193,75 per troy ons. Penguatan emas umumnya menunjukkan meningkatnya kebutuhan investor terhadap instrumen lindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih tinggi.
Dengan berbagai sentimen yang masih berkembang, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati pergerakan dolar AS, perkembangan geopolitik Timur Tengah, serta arah kebijakan moneter global yang berpotensi menentukan arah rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga makanan sederhana yakni mentimun, lemon, dan peterseli disebut dapat membantu menjaga fungsi ginjal dan menurunkan risiko batu ginjal.
Kimi Antonelli gagal meraih poin di GP Inggris 2026 setelah masalah teknis dan penalti menghancurkan peluangnya merebut kemenangan di Silverstone.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
PM Jepang Sanae Takaichi gunakan Toyota Century SUV sebagai mobil dinas baru. Dilengkapi anti peluru, lampu identifikasi, dan mesin PHEV 400 dk.
Inggris menyingkirkan Meksiko 3-2 di Stadion Azteca dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Norwegia.
Pencurian besar di Museum Perhiasan Lalique Prancis: 20 koleksi senilai Rp82 miliar hilang. Pencuri kabur meski alarm berbunyi, polisi selidiki.