Dari MBG hingga SMA Unggul, Inilah Capaian Belanja Kanwil DJPb DIY

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 03 Juni 2026 12:57 WIB
Dari MBG hingga SMA Unggul, Inilah Capaian Belanja Kanwil DJPb DIY

Foto ilustrasi menu MBG berupa makanan kering, dibuat menggunakan Artifical Intelligence.

]
Harianjogja.com, JOGJA — Akselerasi pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta terus dipacu melalui realisasi belanja negara yang telah mencapai Rp6,21 triliun atau setara 31,79% dari total pagu anggaran hingga periode April 2026.

Sejalan dengan itu, catatan pendapatan negara di Bumi Mataram juga menunjukkan performa stabil dengan perolehan Rp3,24 triliun, atau telah menyentuh 29,84% dari target yang ditetapkan. Alokasi belanja ini difokuskan untuk mengawal keberlanjutan Program Strategis Nasional (PSN) serta berbagai belanja tematik lainnya di wilayah DIY.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti, memaparkan rincian signifikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga penghujung April 2026, program ini telah memberikan dampak nyata bagi 828.963 penerima manfaat yang dilayani oleh 402 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keberlangsungan program ini turut ditopang oleh dedikasi 16.513 petugas serta kolaborasi dengan 2.448 pemasok bahan pangan.

"Realisasi program mencapai Rp633,15 miliar dan menunjukkan perkembangan progresif di seluruh kabupaten/kota di DIY," ujarnya.

Tak hanya sektor gizi, penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga menunjukkan kemajuan dengan 438 koperasi yang kini telah memiliki akun Simkopdes. Juli menjelaskan bahwa inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Dana Keistimewaan DIY melalui skema inkubasi bisnis serta integrasi sistem dalam platform digital SiBakul.

Pada sektor hunian layak, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah merambah 21 lokasi perumahan di empat kabupaten/kota dengan total pembangunan mencapai 83 unit rumah. "Program tersebut melibatkan 7 bank, 4 asosiasi, dan 18 pengembang," ungkapnya.

Di bidang pendidikan, wajah baru Sekolah Rakyat mulai terlihat melalui operasional 2 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang kini mendidik 275 siswa. Selain itu, DIY terpilih menjadi lokasi SMA Unggul Garuda lewat kehadiran SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Sleman. Institusi pendidikan ini menerapkan standar kurikulum International Baccalaureate dengan sistem sekolah berasrama (boarding school) semi-militer.

Komitmen peningkatan mutu sarana pendidikan juga tercermin dari progres revitalisasi sekolah. Hingga April 2026, sebanyak 211 sekolah dari target 215 sekolah telah selesai direnovasi guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih baik.

"Pemerintah juga terus mendukung pelaksanaan belanja tematik di DIY yang mencakup ketahanan pangan, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan," jelasnya.

Penyaluran KUR Mencapai Rp1,78 Triliun

Juli Kestijanti menguraikan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan instrumen Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebagai motor penggerak UMKM. Hingga periode April 2026, serapan KUR di wilayah DIY telah menembus angka Rp1,78 triliun yang dinikmati oleh 31.456 debitur di lima kabupaten/kota.

"Penyaluran terbesar berada di Kabupaten Sleman sebesar Rp567,53 miliar," ucapnya.

Sementara itu, akses modal melalui pembiayaan UMi telah tersalurkan sebanyak Rp27,34 miliar kepada 5.266 debitur. Dalam kategori ini, Kabupaten Bantul tercatat sebagai penyerap terbesar dengan nilai mencapai Rp9,64 miliar.

Ia menegaskan bahwa masifnya penyaluran KUR dan UMi merupakan bagian dari strategi penguatan sinergi fiskal antara pusat dan daerah melalui optimalisasi APBN. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal, meningkatkan standar pelayanan publik, serta menjamin keberlanjutan pembangunan di seluruh penjuru DIY.

"Upaya-upaya tersebut terus pemerintah lakukan di tengah dinamika perekonomian global yang terus berkembang," ujarnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online