Zero ODOL 2027, Pemerintah Benahi Angkutan Barang dari Hulu
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 dengan membenahi kendaraan, pemuatan barang, pengawasan, hingga penegakan hukum.
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi tersebut belum mengganggu kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis. Menurutnya, sebagian besar surat utang pemerintah menggunakan kupon dengan tingkat bunga tetap (fixed rate), sehingga gejolak nilai tukar rupiah tidak secara langsung memengaruhi pembayaran pokok maupun kupon utang.
“Kuponnya sih konstan. Kalau pembayaran utang kan lewat kuponnya. Cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkatkan dalam rupiah pembayarannya,” kata Purbaya.
Meski demikian, ia mengakui pelemahan rupiah tetap berdampak terhadap kewajiban pembayaran bunga utang pemerintah yang menggunakan denominasi valuta asing (valas). Ketika nilai tukar melemah, jumlah rupiah yang harus disiapkan pemerintah untuk memenuhi kewajiban tersebut menjadi lebih besar.
Menurut Purbaya, kondisi rupiah yang kini berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS masih berada dalam ruang perhitungan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp16.500 per dolar AS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Sudah Lakukan Simulasi
Purbaya menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap pergerakan nilai tukar, terutama saat harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami lonjakan akibat ketidakpastian geopolitik global. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai risiko terhadap kondisi fiskal nasional.
Meski tidak memerinci skenario yang digunakan dalam simulasi tersebut, ia menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.
“Pada dasarnya, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah masih melihat adanya ruang penguatan rupiah apabila kondisi pasar keuangan global kembali stabil dan tekanan eksternal mulai mereda.
BI Tingkatkan Intervensi Pasar Valas
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memastikan terus memperkuat langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan di tengah tekanan yang masih berlangsung di pasar keuangan global.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing (valas) sekaligus memperkuat instrumen moneter berbasis pasar guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik bagi investor.
“Intervensi yang berkesinambungan akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” tegas Destry.
Selain intervensi di pasar valas, BI juga mengoptimalkan pengelolaan struktur suku bunga instrumen moneter agar tetap kompetitif dalam menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami tekanan hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 dengan membenahi kendaraan, pemuatan barang, pengawasan, hingga penegakan hukum.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.