Sri Sultan Ingatkan Digitalisasi Harus Permudah Pelayanan Publik
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa kenaikan harga tersebut hanya berdampak pada sebagian kecil konsumsi BBM masyarakat.
Ia menjelaskan, mayoritas konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Tengah masih didominasi produk subsidi dan penugasan yang tidak mengalami perubahan harga. Pada segmen gasoline, konsumsi Pertalite mencapai 73,3%, disusul Pertamax 25,9%, sedangkan Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9%.
“Sedangkan pada segmen gasoil, konsumsi Biosolar mencapai 96,6%, sementara Dexlite dan Pertamina Dex secara total hanya sekitar 3,4%,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Taufiq menambahkan, produk yang mengalami penyesuaian harga seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex hanya mencakup sekitar 1,7% dari total konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Tengah.
Dengan demikian, lebih dari 98% konsumsi BBM masyarakat tidak terdampak langsung oleh penyesuaian harga tersebut.
“Pertamina sebagai operator menjalankan penyesuaian harga BBM non-subsidi sesuai ketentuan pemerintah dan mekanisme yang berlaku, dengan tetap memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Dari sisi pasokan, Pertamina memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Ketersediaan Pertalite tercatat mencapai 12 kali lipat dari konsumsi normal, Solar 20 kali lipat, Pertamax 18 kali lipat, dan Pertamina Dex juga 18 kali lipat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menambahkan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari implementasi regulasi pemerintah dan tata kelola energi nasional.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan harga tersebut tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, guna menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi.
Pertamina juga memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia. Pasokan Pertamax dan Pertamax Green disebut tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU.
Masyarakat dapat mengakses informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Andrea Pirlo terancam gagal jadi pelatih Timnas Italia karena hubungan dagang dengan perusahaan taruhan Rusia yang menuai kontroversi.
MotoGP Inggris 2026 di Silverstone menjadi awal paruh kedua musim. Simak jadwal lengkap serta peluang Veda Ega Pratama di Moto3.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Pegadaian hari ini 27 Juli 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback terbaru.