Media Vietnam Puji Lonjakan Ranking FIFA Timnas Indonesia
Media Vietnam memuji kenaikan ranking FIFA Timnas Indonesia ke posisi 118 dunia. Garuda meraih tambahan 12,25 poin usai mengalahkan Oman dan Mozambik.
Ilustrasi rupiah. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Penguatan ini membuat mata uang Garuda kembali keluar dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS yang sempat ditembus pada pekan lalu.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,55% ke posisi Rp17.950 per dolar AS. Capaian tersebut menandai pemulihan setelah rupiah sempat berada di atas level Rp18.000 per dolar AS sejak 4 Juni 2026.
Sepanjang perdagangan, rupiah sebenarnya dibuka lebih kuat di level Rp17.875 per dolar AS atau terapresiasi sekitar 0,97%. Meski sempat bergerak fluktuatif, mata uang domestik tetap mampu mempertahankan tren penguatan hingga penutupan pasar.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah tipis. Hingga pukul 15.00 WIB, DXY berada di level 99,882 atau turun 0,03%.
Ditopang Kenaikan BI Rate
Penguatan rupiah masih dipengaruhi respons positif pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
Kebijakan yang diumumkan sehari sebelumnya tersebut berada di luar ekspektasi sebagian pelaku pasar dan dinilai sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik sehingga mendorong aliran modal masuk dan menopang penguatan mata uang.
Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Usaha
Menguatnya rupiah membawa sejumlah dampak positif bagi perekonomian. Harga barang impor seperti produk elektronik, kendaraan bermotor, hingga bahan baku industri berpotensi menjadi lebih murah karena biaya pembelian dalam dolar AS menurun.
Selain itu, perusahaan yang memiliki kewajiban utang dalam mata uang dolar juga dapat memperoleh manfaat berupa berkurangnya beban pembayaran ketika dikonversi ke rupiah.
Namun di sisi lain, penguatan rupiah dapat menjadi tantangan bagi eksportir. Sebab, pendapatan yang diterima dalam dolar AS akan menghasilkan nilai tukar rupiah yang lebih rendah dibanding saat kurs dolar berada di level lebih tinggi.
Sentimen Pasar Masih Dinamis
Meski berhasil menguat, pergerakan rupiah ke depan masih akan dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, perkembangan ekonomi Amerika Serikat, hingga dinamika geopolitik dan arus modal internasional.
Pelaku pasar juga akan mencermati efektivitas kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mengendalikan inflasi domestik.
Penguatan rupiah ke level Rp17.950 per dolar AS menjadi sinyal positif setelah sempat tertekan di atas Rp18.000. Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% menjadi katalis utama yang mengembalikan kepercayaan pasar terhadap mata uang domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Media Vietnam memuji kenaikan ranking FIFA Timnas Indonesia ke posisi 118 dunia. Garuda meraih tambahan 12,25 poin usai mengalahkan Oman dan Mozambik.
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
Harga Pertamax naik membuat sebagian pemilik kendaraan melirik Pertalite. Simak risiko penggunaan BBM RON 90 pada kendaraan yang direkomendasikan memakai RON 92
Provinsi Jawa Tengah kembali mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan terkait capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter mendapat sorotan media asing dari Singapura dan Malaysia.
Pemkab Kulonprogo telah membayar tagihan listrik LPJU sebesar Rp2,52 miliar hingga Juni 2026. Total anggaran listrik fasilitas umum tahun ini mencapai Rp7,14 mi