IHSG Menguat 2,3 Persen, Investor Sambut Positif Langkah BI
IHSG menguat 2,31% ke level 5.879,49 setelah investor merespons positif kenaikan BI Rate dan langkah stabilisasi pasar pemerintah.
Cabai rawit - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga cabai di sejumlah sentra produksi, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih menjadi perhatian pemerintah di tengah panen raya yang sedang berlangsung. Melalui berbagai langkah stabilisasi harga cabai, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen tetap terjaga agar harga tidak merugikan salah satu pihak.
Pemerintah menegaskan kebijakan pengendalian harga cabai tidak semata-mata bertujuan menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Di sisi lain, petani juga harus memperoleh harga yang layak agar modal produksi dapat kembali dan usaha tani tetap berkelanjutan. Karena itu, penguatan distribusi, pengelolaan pasokan, serta intervensi pasar dilakukan secara terukur sesuai kondisi di lapangan.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat memahami karakteristik komoditas hortikultura yang memiliki fluktuasi harga cukup tinggi, termasuk cabai yang sewaktu-waktu dapat mengalami lonjakan maupun penurunan harga secara drastis.
"Seperti cabai (agak tinggi) mungkin karena distribusi. Tapi ingat, cabai terkadang harganya Rp80.000 sampai Rp100.000 tapi terkadang juga harganya jatuh. Jadi mungkin berilah kesempatan ke petani cabai juga, supaya recovery, modalnya kembali," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) komoditas cabai yang digelar Bapanas bersama Kementerian Pertanian dan sejumlah asosiasi pelaku hortikultura.
Dalam forum itu, Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) melaporkan harga Cabai Merah Keriting (CMK) di DIY masih ditemukan berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat ini petani cabai di DIY tengah memasuki masa panen raya CMK. Harga jual yang diterima petani berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram (kg). Sementara pemerintah menetapkan HAP CMK di tingkat petani pada rentang Rp22.000 hingga Rp29.600 per kg.
Menyikapi perkembangan harga cabai dan bawang merah tersebut, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga baik di tingkat produsen maupun konsumen.
Menurut Ketut, stabilisasi harga pangan harus mampu menciptakan keseimbangan pasar. Harga tidak boleh terlalu tinggi sehingga memberatkan masyarakat, namun juga tidak boleh terlalu rendah hingga mengurangi keuntungan petani.
Ia menjelaskan pasokan cabai dan bawang merah secara nasional saat ini masih relatif terkendali. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan harga di pasar tanpa mengganggu keberlangsungan usaha petani.
Oleh sebab itu, pemerintah berupaya mempertahankan harga komoditas hortikultura pada level yang wajar, terutama ketika produksi meningkat di berbagai sentra pertanian sehingga harga tidak tertekan terlalu dalam.
Ketut menambahkan, apabila harga di tingkat petani turun di bawah HAP, pemerintah akan melakukan berbagai langkah penanganan agar harga kembali mendekati atau melampaui acuan yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerugian di tingkat petani sekaligus menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi pada musim berikutnya.
"Kita mengupayakan penstabilan harga. Artinya jangan terlalu murah, kita sepakat ke arah yang wajar, sehingga harga nyaman bagi petani," tutur Ketut.
"Kalau yang di bawah HAP, kita harus bantu. Tentu kita harus dorong untuk mendekati HAP atau minimal di atas HAP sedikit lah, sehingga petani tidak dirugikan. Jadi jangan sampai kita minta harganya turun terus, ternyata produktivitas rendah. Kasihan petani kita. Jadi harus kita wajarkan," tambah Ketut.
Salah satu strategi yang disiapkan pemerintah adalah mobilisasi stok cabai dari daerah yang sedang mengalami surplus produksi menuju wilayah dengan harga cabai yang masih tinggi atau berfluktuasi. Pola distribusi antardaerah tersebut terus diperkuat agar pasokan dan harga lebih seimbang secara nasional.
Ketut menyebutkan Papua, Papua Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Kepulauan Riau, Gorontalo, Papua Barat, dan Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang harga cabainya masih berada di atas HAP di tingkat petani.
"Tentu ini adalah potensi-potensi yang bisa kita dorong panen-panen cabai merah keriting ke wilayah-wilayah tersebut," beber Ketut.
Di sisi lain, untuk komoditas Cabai Rawit Merah (CRM), pemerintah mencatat adanya penurunan produktivitas akibat anomali cuaca serta serangan hama dan penyakit tanaman. Meski demikian, peningkatan produksi yang terjadi secara bertahap diperkirakan dapat mendorong penyesuaian harga ke depan.
"Dengan kondisi sekarang, mudah-mudahan dengan informasi dari teman-teman champion yang terus berproduksi, mudah-mudahan ke depan, harga sudah mulai agak relatif menurun sedikit," timpal Ketut.
Ketut juga memastikan pasokan hortikultura yang masuk ke Pasar Induk Keramat Jati (PIKJ) masih dalam kondisi baik. Ia optimistis tren harga cabai dan bawang merah mulai menunjukkan penurunan pada Juni seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi.
"Pasokan di PIKJ, baik bawang merah maupun cabai, semua cabai relatif masih bagus. Tentu harganya masih agak di atas HAP tapi mudah-mudahan dalam bulan Juni bisa mulai menurun," imbuh Ketut.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan nasional, produksi Cabai Rawit Merah (CRM) pada Juni 2026 diperkirakan mencapai 113,8 ribu ton. Angka tersebut diproyeksikan meningkat pada Juli menjadi sekitar 144,7 ribu ton, sehingga tambahan pasokan ini diharapkan ikut mendukung upaya stabilisasi harga cabai nasional yang saat ini terus dilakukan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG menguat 2,31% ke level 5.879,49 setelah investor merespons positif kenaikan BI Rate dan langkah stabilisasi pasar pemerintah.
FIFA meminta Haiti mengganti jersey Piala Dunia 2026 karena memuat ilustrasi Pertempuran Vertieres. Haiti tetap fokus menghadapi Skotlandia pada laga perdana.
Starbucks memangkas 300 karyawan dan menutup empat kantor regional di AS. Perusahaan juga membuka peluang PHK tambahan di luar negeri sebagai bagian restrukturi
Simak tips bayar tunai saat isi Pertalite agar transaksi lebih cepat, praktis, dan tidak menambah panjang antrean di SPBU.
Penyaluran MBG di Kota Jogja terhenti sementara setelah 9 SPPG menghentikan operasional karena perbaikan IPAL.
Dua siswi MTsN 6 Bantul, Naila dan Nabila, meraih penghargaan prestasi terbanyak saat wisuda setelah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.