KPK Dalami Dugaan Dana 1 Juta Dolar ke Pansus Haji DPR
KPK dalami dugaan aliran dana 1 juta dolar ke Pansus Haji DPR dalam kasus korupsi kuota haji dengan kerugian Rp622 miliar.
OJK menetapkan tujuh calon direksi BEI periode 2026-2030. Jeffrey Hendrik dipilih sebagai Direktur Utama dan akan diajukan dalam RUPST. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan susunan calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026-2030. Nama-nama yang telah ditetapkan tersebut selanjutnya akan diajukan untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Dalam susunan calon direksi yang ditetapkan OJK, Jeffrey Hendrik dipercaya mengisi posisi Direktur Utama BEI. Saat ini, Jeffrey masih menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI dan diproyeksikan memimpin bursa untuk periode empat tahun mendatang apabila mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, membenarkan penetapan nama-nama calon direksi tersebut.
"Iya benar, sesuai dengan surat OJK yang disampaikan ke direksi BEI," ujar Hasan Fawzi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Tujuh Nama Masuk Susunan Calon Direksi BEI
Selain Jeffrey Hendrik sebagai calon Direktur Utama, OJK juga menetapkan enam nama lainnya untuk mengisi berbagai posisi strategis di Bursa Efek Indonesia. Penetapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di pasar modal Indonesia.
Untuk posisi Direktur Penilaian Perusahaan, OJK menetapkan Saidu Solihin. Sementara jabatan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa dipercayakan kepada Irvan Susandy.
Adapun posisi Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan akan diisi Yulianto Aji Sadono, sedangkan Abdul Munim ditunjuk sebagai calon Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.
OJK juga menetapkan Iding Pardi sebagai calon Direktur Pengembangan. Saat ini, Iding diketahui masih menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Sementara posisi Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum dipercayakan kepada Umi Kulsum.
Akan Dimintakan Persetujuan dalam RUPST 2026
Ketujuh nama calon direksi tersebut akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Persetujuan pemegang saham menjadi tahapan akhir sebelum susunan direksi baru resmi menjabat.
Berikut susunan lengkap calon direksi BEI periode 2026-2030 yang ditetapkan OJK:
Mengacu Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan
OJK menjelaskan bahwa penetapan calon direksi BEI periode 2026-2030 dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Pasal 16 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek.
Selain berpedoman pada regulasi tersebut, proses seleksi juga mempertimbangkan hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh Komite Penilaian Kemampuan dan Kepatutan terhadap seluruh kandidat.
Melalui proses tersebut, OJK memastikan calon direksi yang diajukan memiliki kompetensi, integritas, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia. Hasil keputusan RUPST pada akhir Juni mendatang akan menentukan susunan kepemimpinan BEI yang akan menjalankan berbagai agenda strategis bursa selama periode 2026-2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK dalami dugaan aliran dana 1 juta dolar ke Pansus Haji DPR dalam kasus korupsi kuota haji dengan kerugian Rp622 miliar.
Parkir bus Senopati tak lagi difungsikan. DPRD Kota Jogja menyoroti akses wisatawan ke Malioboro dan Taman Pintar saat musim libur sekolah.
BPS Bantul mulai Sensus Ekonomi 2026 secara door to door hingga Agustus. Seluruh rumah tangga dan pelaku usaha menjadi sasaran pendataan.
Polres Kulonprogo menetapkan Lurah Garongan sebagai tersangka dugaan pungli layanan kalurahan. Polisi menemukan lebih dari satu korban.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.
Obesitas tidak hanya dipengaruhi genetik. Dokter gizi menyebut gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik menjadi faktor utama pengendalian berat badan.