Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga
Harianjogja.com, PAMEKASAN—Pertamina Patra Niaga mempercepat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Pulau Madura, Jawa Timur, untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan distribusi dan penguatan sistem pasokan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Percepatan distribusi dilakukan setelah antrean kendaraan masih terjadi di berbagai SPBU di Kabupaten Pamekasan, Sampang, Bangkalan, dan Sumenep. Selain mengoptimalkan pengiriman BBM bersubsidi, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah guna mempercepat normalisasi penyaluran di lapangan.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rehadi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai kuota dan titik layanan yang telah ditetapkan.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk mengatasi persoalan tersebut," kata Ahad dalam keterangan yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu malam.
Menurut Ahad, Pertamina memprioritaskan pengiriman dari Terminal BBM supply point serta melakukan alih suplai dari terminal BBM terdekat dengan wilayah penyaluran. Langkah tersebut ditempuh untuk mempercepat distribusi sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat di Pulau Madura.
Selain itu, Pertamina juga menambah volume pengiriman BBM bersubsidi sebagai bagian dari langkah mitigasi. Armada mobil tangki dioptimalkan dengan skala prioritas pengiriman agar distribusi dapat berlangsung lebih cepat dan antrean kendaraan di SPBU segera berkurang.
"Selain itu, mobil tangki juga kami dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman. Melalui upaya ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal," katanya.
Pertamina memastikan stok BBM bersubsidi di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk Pulau Madura, dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Penyaluran BBM subsidi juga tetap dilakukan sesuai peruntukan, kuota, dan titik layanan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Hingga saat ini, Pertamina masih tetap melakukan monitoring berkala terkait pasokan dan distribusi di lapangan dan terus mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (27/6/2026), antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan, Sampang, Bangkalan, dan Sumenep, terutama untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Pertamina menyatakan upaya percepatan distribusi terus dilakukan agar penyaluran kembali normal dan kebutuhan BBM masyarakat di Madura dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.