Biofuel 2G Pasca-B50 Terkendala Biaya, Teknologi, dan Bahan Baku
Ekonom menilai pengembangan biofuel generasi kedua pasca-B50 menghadapi tantangan pembiayaan, bahan baku, teknologi, dan kepastian kebijakan.
Petugas SPBU hendak melayani pembelian Pertamax Green 95. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax diproyeksikan masih sulit turun hingga akhir 2026. Penurunan harga yang terjadi pada Agustus dinilai belum cukup menjadi tanda bahwa tren penurunan akan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
Ekonom Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan pergerakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang membuat ruang penurunan harga Pertamax terbatas. Kondisi nilai tukar rupiah juga ikut memengaruhi kemampuan badan usaha untuk menurunkan harga.
Harga Minyak Naik, Pertamax Sulit Turun
Harga Pertamax turun Rp300 per liter menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Namun, harga tersebut ditetapkan dengan menggunakan rata-rata harga minyak pada Juli yang berada di level US$83,76 per barel.
Kondisinya berubah pada Agustus. Harga minyak sepanjang bulan tersebut justru meningkat menjadi sekitar US$91,15 per barel sehingga biaya perolehan BBM untuk penetapan harga September naik Rp709 per liter atau sekitar 6,5%.
Menurut Yayan, kondisi tersebut membuat penurunan Pertamax pada Agustus kemungkinan belum diikuti penurunan lanjutan.
"Penurunan Agustus kemungkinan besar berhenti di situ. Skenario paling mungkin untuk September–Oktober adalah harga bertahan, bukan turun lagi," kata Yayan kepada Bisnis, dikutip Jumat (4/9/2026).
Tiga Faktor Penentu Harga Pertamax
Yayan menjelaskan terdapat tiga komponen utama yang memengaruhi harga BBM nonsubsidi. Ketiganya adalah harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan margin badan usaha.
Sementara itu, pajak seperti PPN 11% dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5% merupakan komponen dengan tarif tetap.
Kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah dengan demikian dapat membatasi ruang badan usaha untuk kembali menurunkan harga Pertamax.
Meski demikian, Yayan menyebut peluang penurunan harga Pertamax hingga akhir tahun sebenarnya masih ada. Hanya saja, ruang tersebut relatif terbatas dan sangat bergantung pada pergerakan sejumlah faktor utama.
Ada Ruang Penurunan, tetapi Terbatas
Jika margin badan usaha kembali ke level normal sebelum terjadi gejolak harga minyak, terdapat ruang penurunan sekitar Rp682 per liter. Sementara itu, apabila harga minyak turun dari US$91 menjadi US$85 per barel, terdapat tambahan ruang sekitar Rp801 per liter.
Penguatan rupiah juga berpotensi memberikan ruang penurunan harga. Jika nilai tukar menguat dari Rp17.850 menjadi Rp17.200 per dolar AS, ruang penurunan yang berpotensi muncul sekitar Rp489 per liter.
Secara teoritis, ketiga faktor tersebut apabila terjadi secara bersamaan dapat menghasilkan ruang penurunan sekitar Rp1.972 per liter. Namun, skenario tersebut dinilai bukan sebagai kondisi yang paling realistis.
Skenario yang lebih realistis hanya menghasilkan ruang penurunan sekitar Rp1.482 per liter.
Pertamax Diproyeksi Turun Rp1.500 per Liter
Berdasarkan kondisi tersebut, Yayan memperkirakan harga Pertamax dalam skenario paling realistis masih memiliki peluang turun hingga akhir 2026. Penurunannya diperkirakan sekitar Rp1.500 per liter.
Dengan proyeksi tersebut, harga Pertamax yang saat ini berada di Rp15.950 per liter diperkirakan dapat turun menjadi sekitar Rp14.500 per liter hingga akhir 2026.
Artinya, meskipun masih terdapat ruang penurunan harga Pertamax, pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta margin badan usaha menjadi faktor penting yang menentukan seberapa besar penurunan tersebut dapat terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ekonom menilai pengembangan biofuel generasi kedua pasca-B50 menghadapi tantangan pembiayaan, bahan baku, teknologi, dan kepastian kebijakan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
DPRD Sleman mendorong perbaikan data desil dibuka berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam data.