Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5,18 Juta Ton, Gudang Masih Tersedia

Newswire
Newswire Jum'at, 03 Juli 2026 15:27 WIB
Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5,18 Juta Ton, Gudang Masih Tersedia

Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta,. - Antara /Erlangga Bregas Prakoso

Harianjogja.com, JAKARTA— Stok beras Bulog mencapai 5,18 juta ton per 2 Juli 2026, menjadi jumlah tertinggi yang pernah dimiliki Perum Bulog. Ketersediaan cadangan pangan tersebut dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di berbagai daerah.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI Purn Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan capaian tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian gudang pangan di kompleks Pergudangan Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Jumat. Menurutnya, jumlah stok beras Bulog saat ini merupakan rekor tertinggi hingga awal Juli 2026.

"Stok beras tertinggi ini terhitung per tanggal 2 Juli 2026," katanya.

Rizal menjelaskan, stok beras Bulog tersebut disimpan di berbagai gudang dengan kapasitas total mencapai 6,36 juta ton. Dengan kondisi itu, Bulog masih memiliki ruang penyimpanan sekitar 1,18 juta ton untuk menampung tambahan cadangan beras nasional.

Pada 2026, Bulog menargetkan pengadaan beras sebanyak 4 juta ton. Hingga 2 Juli 2026, realisasi serapan telah mencapai 3,26 juta ton atau setara 81,65 persen dari target yang ditetapkan.

Selain memperkuat cadangan pangan, Bulog juga terus menyalurkan beras melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Secara nasional, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 408.000 ton. Sementara itu, penyaluran bantuan pangan terealisasi hingga 99 persen atau sebanyak 662.886 ton kepada 33,14 juta penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal turut mengapresiasi kinerja jajaran Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan yang dinilai berhasil menjaga kinerja serapan dan penyaluran komoditas pangan, baik beras maupun jagung.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, stok beras Bulog tercatat sebanyak 22.317 ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga pertengahan Juni 2027. Selain itu, realisasi serapan beras di provinsi tersebut telah mencapai 8.948 ton, sedangkan serapan jagung sebanyak 123 ton.

"Kalsel juga tinggi realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 8.428 ton atau 74,81 persen dari penugasan," ujar dia.

Peresmian gudang pangan di kompleks Pergudangan Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan juga dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto. Gudang baru tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 3.500 ton.

Titiek Soeharto berpesan agar pengelolaan gudang selalu memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan sehingga kualitas pangan tetap terjaga. Menurutnya, perputaran stok beras Bulog dan komoditas pangan lainnya juga harus berjalan optimal agar persediaan tidak tersimpan terlalu lama di gudang.

"Stok pangan yang disimpan juga jangan terlalu lama maksimal 4 bulan, jadi harus tinggi realisasi penyalurannya agar terus berputar untuk stok baru," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online