Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan

Newswire
Newswire Rabu, 08 Juli 2026 11:37 WIB
Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan

Dolar Amerika Serikat - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu pagi (8/7/2026). Rupiah turun 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.984 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.980 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Eskalasi di kawasan Timur Tengah, terutama serangan besar Amerika Serikat ke Iran, menjadi sentimen negatif bagi rupiah,” ujarnya.

Ketegangan AS-Iran Picu Tekanan

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran sebagai respons atas insiden terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Mengutip laporan Sputnik, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan setelah Iran menyerang tiga kapal dagang di jalur strategis tersebut.

Sementara itu, media Iran IRIB melaporkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, yang melintas melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS, menjadi sasaran serangan setelah sebelumnya menerima sejumlah peringatan.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan dan jalur distribusi energi global, yang pada akhirnya berdampak pada pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Cadangan Devisa Jadi Penopang

Di tengah tekanan eksternal, sentimen positif datang dari meningkatnya cadangan devisa Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS, naik dari 144,9 miliar dolar AS pada akhir Mei 2026.

Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, meski terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta upaya stabilisasi nilai tukar oleh BI.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor, atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran 3 bulan impor.

Pelaku Pasar Tunggu Data Konsumen

Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati dengan menunggu rilis data indeks kepercayaan konsumen yang diperkirakan meningkat ke level 125.

Data tersebut dinilai akan memberikan gambaran tambahan terkait kondisi ekonomi domestik.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online