Iran dan Pakistan Cari Cara Lanjutkan Perundingan dengan AS
Pakistan dan Iran membahas upaya menghidupkan kembali perundingan langsung dengan AS di tengah dorongan mediator mengakhiri perang.
Dolar AS/Dok
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (9/7/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.014 per dolar AS.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sejak sehari sebelumnya. Pada penutupan Rabu (8/7/2026), rupiah juga turun 34 poin atau 0,19 persen dari posisi Rp17.980 menjadi Rp18.014 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan militer yang dilancarkan AS ke wilayah Iran memicu kekhawatiran pasar global, khususnya terkait stabilitas jalur perdagangan energi di Timur Tengah.
Menurutnya, eskalasi konflik tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia. Kekhawatiran ini berdampak langsung pada sentimen pasar dan mendorong penguatan dolar AS.
“Ketegangan yang meningkat memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga pasar cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS,” ujarnya.
Situasi diperparah oleh langkah Amerika Serikat yang menarik kebijakan yang sebelumnya memberi ruang bagi Iran untuk menjual minyak ke pasar internasional. Kebijakan ini dinilai dapat memperketat pasokan minyak global dalam waktu dekat.
Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi tenor 10 tahun tercatat naik 5,5 basis poin ke level 4,525 persen, yang membuat aset dolar semakin menarik bagi investor global.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed). Meski peluang kenaikan suku bunga pada Juli dinilai kecil, ekspektasi untuk kenaikan pada September mencapai sekitar 60 persen.
Pelaku pasar kini menanti rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada Kamis dini hari WIB. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas terkait arah kebijakan moneter AS ke depan.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan. Rupiah tercatat di level Rp18.005 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya Rp17.988 per dolar AS.
Dengan kombinasi tekanan global dan sentimen eksternal yang kuat, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat. Pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pakistan dan Iran membahas upaya menghidupkan kembali perundingan langsung dengan AS di tengah dorongan mediator mengakhiri perang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.
Disnaker Sleman mencatat 318 pekerja terkena PHK hingga semester I 2026. Kondisi ekonomi dan finansial perusahaan menjadi pemicunya.
An Se-young meraih gelar juara dunia 2026 setelah mengalahkan Akane Yamaguchi tanpa kehilangan satu gim di New Delhi.
Di Klaten ada Kampung Dolanan Sidowayah yang kini menghadirkan permainan tradisional, edukasi sains, siklus air, dan penjernihan air.
Sekitar 30 anak Magelang memamerkan 46 karya lukisan dalam Ruang Khayal Anak #1 di Loka Budaya hingga 27 Agustus 2026.