Cuaca Ekstrem Ancam Jemaah Haji, Risiko Panas Diprediksi Meningkat
Studi terbaru mengungkap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengancam keselamatan jemaah haji dengan risiko panas mematikan di Tanah Suci.
Harian Jogja/Stefani Yulindriani\r\nPedagang sayur di Pasar Beringharjo, Ida Chabibah memaparkan terkait dengan harga pangan terkini di Pasar Beringharjo pada Rabu (1/7/2026). \r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Harga cabai kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin (13/7/2026), sementara harga beras dan minyak goreng masih bertahan stabil. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga pangan nasional pada awal pekan lebih didominasi pelemahan dibandingkan kenaikan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, penurunan harga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai dan bawang merah. Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok lain hanya mengalami kenaikan tipis sehingga belum mengubah tren stabilitas harga pangan secara umum.
Harga beras masih menunjukkan kestabilan pada hampir seluruh kelompok kualitas. Beras kualitas bawah I tetap diperdagangkan di Rp14.700 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II naik tipis 0,34% menjadi Rp14.550 per kilogram.
Beras kualitas medium I bertahan di Rp16.350 per kilogram dan beras kualitas medium II tetap di Rp16.150 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I masih berada di Rp17.650 per kilogram dan beras kualitas super II tidak mengalami perubahan dengan harga Rp17.150 per kilogram.
Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah ukuran sedang turun 2,67% menjadi Rp45.650 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang naik 1,25% menjadi Rp44.550 per kilogram.
Penurunan harga juga masih berlanjut pada komoditas cabai. Cabai merah besar turun 2,4% menjadi Rp48.850 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting terkoreksi lebih dalam sebesar 4,52% menjadi Rp48.600 per kilogram.
Berbeda dengan komoditas cabai lainnya, cabai rawit hijau justru naik 0,8% menjadi Rp50.350 per kilogram. Adapun cabai rawit merah turun 3,7% sehingga berada di level Rp59.850 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah tetap berada di Rp20.550 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I juga bertahan di Rp24.250 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II masih dijual Rp23.400 per liter.
Untuk kelompok gula, gula pasir kualitas premium tetap di Rp20.300 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal naik tipis 0,26% menjadi Rp19.100 per kilogram.
Dari kelompok protein hewani, harga daging sapi kualitas I naik 0,1% menjadi Rp150.550 per kilogram. Daging sapi kualitas II juga meningkat 0,35% menjadi Rp141.950 per kilogram.
Selain itu, harga daging ayam ras segar naik 0,82% menjadi Rp37.000 per kilogram. Sebaliknya, harga telur ayam ras segar turun 0,52% menjadi Rp28.950 per kilogram.
Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan nasional masih didominasi penurunan pada komoditas cabai dan bawang merah. Di sisi lain, harga beras dan minyak goreng tetap stabil, sedangkan kenaikan terbatas masih terjadi pada bawang putih, cabai rawit hijau, gula pasir lokal, daging sapi, serta daging ayam ras segar berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Bregada Jaga Malioboro Jadi Daya Tarik Wisata, Pengunjung Antusias Berfoto dan Bertanya Seputar Budaya Jogja