Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun, Lampaui Target Pemerintah

Newswire
Newswire Rabu, 15 Juli 2026 17:47 WIB
Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun, Lampaui Target Pemerintah

Foto ilustrasi investasi. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mampu menyerap 2,71 juta tenaga kerja Indonesia atau meningkat 10,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan pencapaian tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu. Menurutnya, pertumbuhan investasi tetap dibarengi dengan tata kelola keuangan dan aset negara yang akuntabel serta transparan.

“Seluruh capaian ini kami raih dengan tetap menjaga pengelolaan keuangan dan aset negara secara akuntabel dan juga transparan,” kata Rosan.

PMDN Mendominasi, Investasi di Luar Jawa Lebih Besar

Rosan menjelaskan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar terhadap realisasi investasi nasional.

Sepanjang 2025, PMDN mencapai Rp1.030,3 triliun atau setara 53,4 persen dari total investasi. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp900,9 triliun atau 46,6 persen.

Dari sisi persebaran wilayah, investasi yang masuk ke luar Pulau Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen dari total realisasi. Angka tersebut melampaui investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp940 triliun.

Jawa Barat Masih Jadi Tujuan Investasi Terbesar

Berdasarkan lokasi investasi PMDN dan PMA, Jawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi sepanjang 2025.

Lima daerah dengan capaian investasi terbesar meliputi:

Jawa Barat: Rp296,8 triliun
Jakarta: Rp270,9 triliun
Jawa Timur: Rp145,1 triliun
Banten: Rp130,2 triliun
Sulawesi Tengah: Rp127,2 triliun

Industri Logam Dasar Pimpin Realisasi Investasi

Dari sisi sektor usaha, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatan menjadi subsektor dengan nilai investasi terbesar.

Lima subsektor dengan realisasi investasi tertinggi sepanjang 2025 terdiri atas:

Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan: Rp262 triliun

Transportasi, pergudangan dan telekomunikasi: Rp211 triliun

Pertambangan: Rp199,6 triliun

Jasa lainnya: Rp170,5 triliun

Perumahan, kawasan industri dan perkantoran: Rp140,4 triliun

Hilirisasi Sumbang Lebih dari 30 Persen Investasi

Rosan mengatakan program hilirisasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi nasional.

Sepanjang 2025, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau meningkat 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional.

“Sejalan dengan mandat kami, hilirisasi menjadi salah satu pendorong utamanya. Realisasi investasi hilirisasi tahun 2025 mencapai Rp584,1 triliun tumbuh 43,3 persen dan berkontribusi 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional. Sebanyak 71,1 persen di antaranya yang berada di luar Jawa. Ini wujud nyata upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan,” ujar Rosan.

Sebanyak 71,1 persen investasi hilirisasi tersebut berada di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.

Hilirisasi Mineral Masih Mendominasi

Investasi hilirisasi terbesar berasal dari sektor mineral dengan total Rp373,1 triliun. Rinciannya meliputi nikel Rp185,2 triliun, tembaga Rp65,8 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, dan aspal Buton sebesar Rp18,5 triliun.

Sementara itu, hilirisasi sektor perkebunan dan kehutanan mencatat investasi Rp144,5 triliun yang berasal dari kelapa sawit Rp62,8 triliun, kayu log Rp62,2 triliun, karet Rp12,9 triliun, serta komoditas lain seperti pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel sebesar Rp6,6 triliun.

Adapun investasi hilirisasi minyak dan gas bumi mencapai Rp60 triliun, terdiri atas minyak bumi Rp41,7 triliun dan gas bumi Rp18,3 triliun.

Di sektor perikanan dan kelautan, investasi hilirisasi mencapai Rp6,4 triliun yang mencakup komoditas garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, hingga tilapia.

Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar sepanjang 2025. Lima daerah dengan investasi hilirisasi tertinggi meliputi Sulawesi Tengah sebesar Rp110 triliun, Maluku Utara Rp74,8 triliun, Jawa Barat Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun, dan Jawa Timur Rp36,7 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online