BNPB: 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Foto ilustrasi investasi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mampu menyerap 2,71 juta tenaga kerja Indonesia atau meningkat 10,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan pencapaian tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu. Menurutnya, pertumbuhan investasi tetap dibarengi dengan tata kelola keuangan dan aset negara yang akuntabel serta transparan.
“Seluruh capaian ini kami raih dengan tetap menjaga pengelolaan keuangan dan aset negara secara akuntabel dan juga transparan,” kata Rosan.
PMDN Mendominasi, Investasi di Luar Jawa Lebih Besar
Rosan menjelaskan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar terhadap realisasi investasi nasional.
Sepanjang 2025, PMDN mencapai Rp1.030,3 triliun atau setara 53,4 persen dari total investasi. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp900,9 triliun atau 46,6 persen.
Dari sisi persebaran wilayah, investasi yang masuk ke luar Pulau Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen dari total realisasi. Angka tersebut melampaui investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp940 triliun.
Jawa Barat Masih Jadi Tujuan Investasi Terbesar
Berdasarkan lokasi investasi PMDN dan PMA, Jawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi sepanjang 2025.
Lima daerah dengan capaian investasi terbesar meliputi:
Jawa Barat: Rp296,8 triliun
Jakarta: Rp270,9 triliun
Jawa Timur: Rp145,1 triliun
Banten: Rp130,2 triliun
Sulawesi Tengah: Rp127,2 triliun
Industri Logam Dasar Pimpin Realisasi Investasi
Dari sisi sektor usaha, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatan menjadi subsektor dengan nilai investasi terbesar.
Lima subsektor dengan realisasi investasi tertinggi sepanjang 2025 terdiri atas:
Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan: Rp262 triliun
Transportasi, pergudangan dan telekomunikasi: Rp211 triliun
Pertambangan: Rp199,6 triliun
Jasa lainnya: Rp170,5 triliun
Perumahan, kawasan industri dan perkantoran: Rp140,4 triliun
Hilirisasi Sumbang Lebih dari 30 Persen Investasi
Rosan mengatakan program hilirisasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi nasional.
Sepanjang 2025, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau meningkat 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional.
“Sejalan dengan mandat kami, hilirisasi menjadi salah satu pendorong utamanya. Realisasi investasi hilirisasi tahun 2025 mencapai Rp584,1 triliun tumbuh 43,3 persen dan berkontribusi 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional. Sebanyak 71,1 persen di antaranya yang berada di luar Jawa. Ini wujud nyata upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan,” ujar Rosan.
Sebanyak 71,1 persen investasi hilirisasi tersebut berada di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Hilirisasi Mineral Masih Mendominasi
Investasi hilirisasi terbesar berasal dari sektor mineral dengan total Rp373,1 triliun. Rinciannya meliputi nikel Rp185,2 triliun, tembaga Rp65,8 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, dan aspal Buton sebesar Rp18,5 triliun.
Sementara itu, hilirisasi sektor perkebunan dan kehutanan mencatat investasi Rp144,5 triliun yang berasal dari kelapa sawit Rp62,8 triliun, kayu log Rp62,2 triliun, karet Rp12,9 triliun, serta komoditas lain seperti pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel sebesar Rp6,6 triliun.
Adapun investasi hilirisasi minyak dan gas bumi mencapai Rp60 triliun, terdiri atas minyak bumi Rp41,7 triliun dan gas bumi Rp18,3 triliun.
Di sektor perikanan dan kelautan, investasi hilirisasi mencapai Rp6,4 triliun yang mencakup komoditas garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, hingga tilapia.
Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar sepanjang 2025. Lima daerah dengan investasi hilirisasi tertinggi meliputi Sulawesi Tengah sebesar Rp110 triliun, Maluku Utara Rp74,8 triliun, Jawa Barat Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun, dan Jawa Timur Rp36,7 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya membangun bisnis berbasis nilai dan kepercayaan dalam era ekonomi modern.