Kejar Target Investasi Rp2.322 Triliun, Rosan Minta Tambahan Anggaran

Newswire
Newswire Senin, 15 Juni 2026 14:07 WIB
Kejar Target Investasi Rp2.322 Triliun, Rosan Minta Tambahan Anggaran

Foto ilustrasi investasi. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar untuk tahun anggaran 2027. Tambahan dana tersebut dinilai penting guna mendukung pencapaian target investasi nasional yang dipatok mencapai Rp2.322 triliun pada 2027.

Usulan itu disampaikan Rosan saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menjelaskan bahwa target realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada 2027 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2.322 triliun pada 2027 atau meningkat 13,8 persen dibanding target investasi 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun. Kenaikan target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mempercepat agenda hilirisasi di berbagai sektor strategis.

Untuk mencapai target investasi nasional tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp2,19 triliun. Namun, pagu indikatif yang diterima untuk tahun anggaran 2027 hanya sebesar Rp625,14 miliar.

Nilai pagu indikatif tersebut tercatat lebih rendah 37,6 persen dibandingkan alokasi anggaran yang diterima kementerian pada 2026. Menurut Rosan, jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan minimal operasional dan program kementerian.

"Angka ini baru memenuhi 52 persen kebutuhan kementerian sebesar Rp1,2 triliun secara minimal," kata Rosan.

Pagu Anggaran Dinilai Belum Cukup

Rosan menjelaskan kebutuhan minimal anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 2027 mencapai Rp1,2 triliun. Karena itu, pihaknya mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar agar kebutuhan dasar kementerian dapat terpenuhi.

Ia berharap Komisi XII DPR RI memberikan dukungan terhadap usulan tersebut mengingat peran investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing nasional.

"Sehubungan hal tersebut kami berharap tentunya dukungan dan pertimbangan pimpinan, serta anggota Komisi XII yang terhormat agar tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar sesuai dengan kebutuhan minimal anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun 2027 dapat terpenuhi sebesar Rp1,2 triliun," ujar Rosan.

Fokus untuk Manajemen dan Hilirisasi

Dalam paparannya, Rosan merinci kebutuhan minimal anggaran Rp1,2 triliun tersebut akan digunakan untuk mendukung dua program utama kementerian.

Program dukungan manajemen membutuhkan anggaran sebesar Rp579,95 miliar. Sementara itu, program penanaman modal dan hilirisasi memerlukan alokasi dana sebesar Rp624,12 miliar.

Kedua program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pencapaian target investasi nasional 2027, termasuk memperkuat promosi investasi, meningkatkan layanan perizinan, mengawal proyek strategis, serta mempercepat program hilirisasi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online