Usulan KPK Tangani Perkara Eks Jampidsus Dinilai Masih Terlalu Dini
Ketua KPK menyatakan masih terlalu dini membahas pengambilalihan perkara yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Mekanisme supervisi tetap mengikuti aturan.
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor memanfaatkan momentum setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa berbagai kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional tidak terbukti sehingga sentimen negatif di pasar diperkirakan akan mereda.
Purbaya menilai afirmasi peringkat kredit itu berpotensi meningkatkan kepercayaan investor, termasuk investor asing, terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.
"Seharusnya ke depan sentimen negatif di pasar modal, di pasar obligasi, maupun nilai tukar rupiah akan hilang dengan cepat. Jadi ke depan siap-siap beli saham, kalau punya dolar, jual dolarnya," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Afirmasi S&P Dinilai Perkuat Kepercayaan Investor
Saat ditanya mengenai kemungkinan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar rupiah, Purbaya tidak memberikan proyeksi angka secara spesifik.
Meski demikian, ia menilai investor yang jeli seharusnya tidak melewatkan momentum setelah kepastian peringkat kredit Indonesia tetap dipertahankan oleh S&P Global Ratings.
“Kalau (investor) pinter ya harus cepat. Kalau investor pinter, domestik pinter, masuk aja sekarang. Sekarang udah jelas apalagi gangguan kita? Selama ini kan ditakutkan kita tidak bisa mengelola fisikal walaupun ekonominya tumbuh lebih cepat,” jelasnya.
Kekhawatiran Penurunan Rating Dinilai Tidak Terbukti
Purbaya mengungkapkan bahwa sebelum keputusan S&P diumumkan, sempat berkembang keraguan mengenai arah kebijakan pemerintah serta kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Bahkan, menurutnya, muncul spekulasi bahwa peringkat kredit Indonesia berpotensi mengalami penurunan. Namun, keputusan S&P mempertahankan rating dinilai menjadi bukti bahwa kekhawatiran tersebut tidak terbukti.
"Ketika semua orang bilang ada kemungkinan kita akan di-downgrade. Bukan outlook lo, begitu outlook semua turunkan tinggal downgrade aja kan. Ini menunjukkan bahwa apa yang dikhawatirkan itu tidak benar," jelas Purbaya.
Pemerintah Janji Perkuat Fundamental Ekonomi
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjaga konsistensi kebijakan ekonomi sembari memperbaiki berbagai inefisiensi agar fundamental ekonomi nasional semakin kuat.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada masa mendatang.
"Ke depan kita akan lebih bagus lagi, karena kita akan menjalankan kebijakan dengan lebih konsisten. Kalau ada inefisiensi, kita perbaiki terus ke depan, jadi ekonomi kita akan kuat," katanya.
Fiskal Indonesia Dinilai Tetap Prudent
Menkeu menambahkan, keputusan S&P Global Ratings juga mencerminkan kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Indonesia yang dinilai tetap sehat dan dilakukan secara hati-hati (prudent).
Menurutnya, pengelolaan fiskal yang konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional.
"Jadi asesmen S&P menentukan tujuan bahwa saya menjalankan fiskal dengan tepat, Presiden menjalankan pekerjaan fiskal yang lancar. Jadi merupakan suatu pengakuan internasional bahwa kita bisa menjalankan fiskal dengan baik, prudent dan menciptakan penumbuhan yang banyak sekali," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ketua KPK menyatakan masih terlalu dini membahas pengambilalihan perkara yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Mekanisme supervisi tetap mengikuti aturan.
Pengacara Don Ritto membantah uang sitaan di de'Clan dan Koin Money Changer terkait tiga perkara korupsi. Dana disebut berasal dari proyek pelabuhan.
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran.
Kemendikdasmen bersama Kemendagri menyiapkan kebijakan untuk sekolah yang kekurangan murid, termasuk sekolah dengan siswa di bawah 60 orang.
Komdigi mengungkap daftar bank dan e-wallet dengan rekening terindikasi judi online terbanyak. Data tersebut telah dilaporkan ke OJK dan BI.
Basarnas Bali mengevakuasi jenazah kru kapal MV Shandong De Yu asal China yang meninggal di Selat Badung setelah diduga mengalami gangguan kesehatan.