Truk Paket Terbakar di Tol Semarang-Solo
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,07 triliun sepanjang 2025, meningkat 59,4% secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut menjadi rekor laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BEI, ditopang pertumbuhan pendapatan dan meningkatnya aktivitas di pasar modal Indonesia.
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan kinerja pendapatan perseroan yang mencapai Rp3,66 triliun atau tumbuh 29,8% dibandingkan 2024. Sementara itu, beban usaha masih dapat dikendalikan di level Rp2,36 triliun, meski naik 17,1% secara tahunan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan perseroan.
"Dengan keseluruhan kinerja keuangan tersebut, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 59,4% menjadi Rp1,07 triliun di tahun 2025 yang merupakan pencapaian laba bersih tertinggi dalam sejarah perseroan," kata Jeffrey dalam konferensi pers hasil RUPST BEI di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Dari sisi neraca keuangan, total aset BEI pada 2025 meningkat 32,2% menjadi Rp14,78 triliun. Liabilitas tercatat naik 84,2% menjadi Rp5,33 triliun, sedangkan ekuitas bertambah 14% menjadi Rp9,45 triliun.
Meski demikian, posisi kas dan setara kas BEI mengalami penurunan 10,7% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp1,25 triliun. Di sisi lain, realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) meningkat signifikan sebesar 32,57% menjadi Rp370,61 miliar.
Kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung meningkatnya aktivitas penghimpunan dana di pasar modal. Sepanjang 2025, sebanyak 26 perusahaan resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp155,2 triliun saat pencatatan.
Dari pelaksanaan IPO tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp18,1 triliun atau meningkat 26% dibandingkan 2024. Kontribusi terbesar berasal dari sektor basic materials sebesar Rp5,09 triliun, disusul sektor financials Rp3,06 triliun dan sektor infrastruktur Rp2,63 triliun.
Sementara itu, sektor consumer non-cyclicals menyumbang Rp2,56 triliun, sektor properti dan real estat Rp2,44 triliun, sektor kesehatan (healthcare) Rp900 miliar, sektor energi Rp825 miliar, sektor transportasi dan logistik Rp299 miliar, serta sektor consumer cyclicals sebesar Rp292 miliar.
"Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pendanaan melalui pasar modal tetap tersebar di berbagai sektor strategis dan tidak tergantung pada satu sektor tertentu," ujar Jeffrey.
Selain melalui IPO, BEI juga mencatat tingginya penghimpunan dana melalui instrumen pasar modal lainnya. Sepanjang 2025, nilai penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp217,4 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan waran mencapai Rp43,7 triliun, mencerminkan pasar modal Indonesia tetap menjalankan fungsinya sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi berbagai sektor usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
El Nino 2026 diprediksi terjadi Juli-Oktober. Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah memperkuat mitigasi kekeringan dan karhutla.
Kemenkeu memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di Himbara hingga akhir 2026 dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas bank.
Bayi perempuan ditemukan di kebun jagung Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Polisi menyelidiki dugaan pembuangan bayi, sementara korban dirawat intensif.
Bulog menarik Minyakita produksi PT KMR yang diduga berbau solar di tiga daerah Jateng dan memastikan seluruh produk diganti.
Kemenko PMK mengkaji isu 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP dan menelusuri dugaan penyebab, termasuk faktor UKT serta kondisi ekonomi.