IHSG Dibuka Menguat 1,07 Persen, Ditopang Sentimen Global Positif

Newswire
Newswire Jum'at, 03 Juli 2026 12:47 WIB
IHSG Dibuka Menguat 1,07 Persen, Ditopang Sentimen Global Positif

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (3/7/2026) di zona hijau. Penguatan indeks dipicu sentimen positif dari pasar saham global dan Asia, seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta optimisme terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 61,61 poin atau 1,07 persen ke level 5.806,17. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 6,97 poin atau 1,23 persen ke posisi 572,46.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mengatakan pergerakan IHSG masih perlu mencermati sejumlah level teknikal penting. Menurutnya, selama indeks masih berada di bawah area 5.762–5.853, peluang pelemahan masih terbuka menuju level support berikutnya.

"Selama IHSG masih berada di bawah 5.762–5.853, masih berisiko melanjutkan pelemahan menuju support 5.678, kemudian 5.607–5.523 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, jika mampu menembus 5.762 atau 5.806, dan berlanjut di atas 5.853 dengan didukung peningkatan volume transaksi, IHSG berpeluang menguji resistance 5.904, kemudian 5.974, hingga area psikologis 6.000," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Liza, penguatan bursa saham Asia dan global didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran dinilai mendorong normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sehingga membantu menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Kondisi tersebut turut menekan harga minyak dan meredakan ekspektasi inflasi global.

"Kondisi itu membantu menjaga stabilitas pasokan energi global, serta meredakan tekanan terhadap harga minyak dan ekspektasi inflasi," ujar Liza.

Sentimen positif juga datang dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyampaikan bahwa The Fed tidak lagi memberikan forward guidance secara eksplisit terkait arah kebijakan moneternya. Ia juga menilai risiko inflasi mulai menurun seiring melemahnya harga minyak sehingga membuka ruang untuk mempertahankan suku bunga tanpa pengetatan tambahan apabila kondisi ekonomi tetap stabil.

Di sisi lain, investor turut merespons positif laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kesepakatan awal antara DPR dan pemerintah mengenai kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam kerangka tersebut, pendapatan negara ditargetkan mencapai 12,01–12,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan rasio penerimaan pajak sebesar 10,16–10,50 persen PDB. Defisit anggaran diproyeksikan berada pada kisaran 1,80–2,40 persen PDB, sedangkan rasio utang diperkirakan sebesar 40,31–40,64 persen PDB.

Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi makro ekonomi, yakni pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 70–95 dolar AS per barel.

Selain itu, pemerintah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat keuangan khusus dengan berbagai insentif, seperti pembebasan pajak, kemudahan perizinan, fasilitas keimigrasian, ketenagakerjaan, residensi, hingga penerapan sistem hukum komersial berstandar internasional untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan regional.

Sementara itu, mayoritas bursa saham global juga mencatat penguatan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Indeks Euro Stoxx 50 naik 1,35 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,67 persen, DAX Jerman bertambah 2,16 persen, dan CAC 40 Prancis meningkat 1,65 persen. Di Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,14 persen, S&P 500 menguat tipis 0,01 persen, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 1,61 persen.

Hingga perdagangan pagi di kawasan Asia, tren positif masih berlanjut. Indeks Nikkei naik 0,62 persen, Shanghai Composite menguat 0,35 persen, Hang Seng bertambah 1,65 persen, Kospi melonjak 2,27 persen, sedangkan Strait Times menguat 0,17 persen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online