Prabowo Groundbreaking Blok Masela, Proyek Gas Raksasa Dimulai

Akbar Evandio
Akbar Evandio Kamis, 16 Juli 2026 07:47 WIB
Prabowo Groundbreaking Blok Masela, Proyek Gas Raksasa Dimulai

Ilustrasi migas./Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela pada Kamis (16/7/2026). Tahapan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia yang telah menunggu realisasi selama lebih dari dua dekade dan diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.

Peresmian groundbreaking Blok Masela menandai dimulainya tahapan penting proyek strategis nasional di sektor minyak dan gas bumi. Proyek tersebut diproyeksikan meningkatkan produksi gas nasional sekaligus mendukung kebutuhan energi domestik di masa mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan groundbreaking proyek tersebut pada Kamis (16/7/2026).

"Besok [Kamis], besok iya," ujar Bahlil usai menghadiri rapat terbatas mengenai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026) malam.

Meski demikian, Bahlil belum dapat memastikan apakah Presiden Prabowo akan menghadiri langsung acara groundbreaking di lokasi proyek atau melaksanakannya secara virtual.

"Nanti kita lihat ya. Tapi insyaallah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," katanya.

Groundbreaking Blok Masela menjadi perkembangan terbaru dari proyek yang telah melalui perjalanan panjang sejak hak pengelolaannya diperoleh Inpex pada November 1998. Selama sekitar 26 tahun, proyek tersebut sempat mengalami sejumlah kendala yang menyebabkan pengembangannya tertunda.

Kendala yang dihadapi antara lain perubahan rencana pembangunan kilang LNG dari lepas pantai menjadi di darat hingga hengkangnya Shell dari proyek tersebut. Berbagai perubahan tersebut membuat pengembangan Blok Masela membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan proyeksi awal.

Blok Masela yang berlokasi di Laut Arafura, di Provinsi Maluku, diproyeksikan menjadi salah satu penopang produksi gas nasional. Kapasitas produksinya ditaksir mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang.

Selain LNG, proyek tersebut juga diestimasikan mampu memproduksi gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan menghasilkan kondensat sebanyak 35.000 barel per hari (bcpd).

Blok Masela dioperatori oleh Inpex melalui anak usahanya, Inpex Masela, Ltd. Perusahaan tersebut mengelola Lapangan Gas Abadi dengan hak partisipasi sebesar 65%.

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Energi Masela memiliki hak partisipasi sebesar 20%, sedangkan Petronas Masela Sdn. Bhd. menguasai 15% hak partisipasi dalam proyek tersebut.

Dengan dimulainya groundbreaking Blok Masela, proyek gas raksasa tersebut diharapkan memasuki fase pengembangan yang lebih konkret setelah tertunda selama puluhan tahun. Kehadirannya juga dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap penguatan pasokan energi nasional dan pengembangan sektor migas Indonesia dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online