60 Pelajar Ikuti Inkubasi Saka Wirausaha DIY, Seleksi Berlanjut
Diskop UKM DIY membuka Inkubasi Saka Wirausaha Tahun Ketiga yang diikuti 60 peserta untuk membentuk mental dan bisnis wirausaha berkelanjutan.
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) terus menunjukkan pertumbuhan positif pada Juni 2026. Nilainya mencapai Rp10.432,8 triliun, atau tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan pertumbuhan tersebut melanjutkan tren positif yang terjadi pada Mei 2026, meski dengan laju yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan M2 Ditopang M1 dan Uang Kuasi
Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, Kamis, Ramdan menjelaskan perkembangan M2 didukung oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8 persen (yoy) dan uang kuasi yang meningkat 6,9 persen (yoy).
Menurut BI, perkembangan likuiditas pada Juni terutama dipengaruhi oleh meningkatnya penyaluran kredit serta pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus).
Penyaluran Kredit Meningkat
Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit tumbuh 12,1 persen (yoy) pada Juni 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang mencapai 10,8 persen (yoy).
BI menjelaskan bahwa data kredit yang digunakan hanya mencakup pinjaman (loans) dan tidak memasukkan instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), maupun tagihan repo.
Selain itu, perhitungan tersebut juga tidak mencakup kredit yang disalurkan kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, maupun kredit kepada Pemerintah Pusat dan bukan penduduk.
Tagihan Bersih kepada Pemerintah Tetap Tumbuh
Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tercatat tumbuh 10,1 persen (yoy) pada Juni 2026.
Meski masih berada di zona positif, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 37,4 persen (yoy).
Uang Primer M0 Mencapai Rp2.228 Triliun
Selain M2, Bank Indonesia juga melaporkan perkembangan uang primer (M0) adjusted.
Pada Juni 2026, M0 adjusted tumbuh 13,8 persen (yoy) setelah pada Mei 2026 meningkat 14,2 persen (yoy). Nilainya tercatat mencapai Rp2.228,0 triliun.
Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0 persen (yoy) serta giro bank umum di Bank Indonesia adjusted yang meningkat 12,7 persen (yoy).
BI menjelaskan bahwa perhitungan pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas sebagai bagian dari kebijakan pengendalian moneter adjusted.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Diskop UKM DIY membuka Inkubasi Saka Wirausaha Tahun Ketiga yang diikuti 60 peserta untuk membentuk mental dan bisnis wirausaha berkelanjutan.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.