IHSG Ditutup Menguat, Sentimen Global dan Domestik Angkat Bursa

Newswire
Newswire Jum'at, 31 Juli 2026 17:17 WIB
IHSG Ditutup Menguat, Sentimen Global dan Domestik Angkat Bursa

Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan pada Jumat (31/7/2026) di zona hijau seiring menguatnya mayoritas bursa saham Asia. IHSG ditutup naik 49,77 poin atau 0,80% ke level 6.236,13, sedangkan indeks LQ45 menguat 2,38 poin atau 0,38% ke posisi 621,24.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan mayoritas bursa Asia dipengaruhi respons pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) serta hasil pertemuan Politbiro China.

“Menjelang akhir pekan, mayoritas bursa regional Asia bergerak menguat. Pelaku pasar tampaknya merespons rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan hasil pertemuan Politbiro China,” ujar Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari Amerika Serikat, inflasi PCE pada Juni 2026 tercatat melandai menjadi 3,7 persen secara year on year (yoy), sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 melambat menjadi 1,5 persen (yoy).

"Kondisi itu memicu spekulasi investor bahwa The Fed akan mengalihkan fokusnya dari pengendalian inflasi ke mitigasi kelesuan ekonomi. Sehingga pasar berekspektasi bahwa The Fed akan kembali menahan suku bunga pada rapat kebijakan di bulan September 2026," ujar Nico.

Sementara itu, hasil pertemuan Politbiro China menegaskan komitmen untuk terus mendorong kebijakan fiskal tanpa memberikan sinyal pelonggaran kebijakan secara luas. Pertemuan tersebut juga kembali menegaskan rencana memperkuat dukungan terhadap perekonomian meski rincian mengenai skala maupun waktu stimulus masih terbatas.

Selain itu, Politbiro menyampaikan tetap menggunakan instrumen kebijakan yang telah ada dibandingkan meluncurkan stimulus besar-besaran. China juga kembali menegaskan komitmen untuk menstabilkan sektor properti, melindungi lapangan kerja, mengatasi risiko utang pemerintah daerah, mereformasi bank-bank kecil, serta memperdalam perubahan pasar modal.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan pendanaan program makanan gratis tidak boleh berasal dari anggaran pendidikan. Langkah tersebut dinilai sebagai penguatan reformasi tata kelola yang berkaitan dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal bahwa Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia diusulkan menjadi Gubernur Bank Indonesia definitif.

Dengan latar belakang sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry dinilai memiliki pemahaman kuat mengenai kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Transisi kepemimpinan pun diperkirakan berlangsung mulus tanpa perubahan kebijakan yang drastis serta memberikan ketenangan dari intervensi politik yang ada.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, indeks juga tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor menguat dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 2,42 persen, disusul sektor barang baku dan sektor kesehatan yang masing-masing naik 2,30%.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar ialah IATA, SGRO, TALF, FPNI, dan OPMS. Adapun saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HATM, ESTI, JSPT, GULA, dan STRK.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.938.000 kali transaksi dengan volume 31,52 miliar lembar saham senilai Rp18,24 triliun. Sebanyak 455 saham menguat, 205 saham melemah, dan 303 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 3,86% ke 64.354,00, indeks Shanghai naik 0,72% ke 3.832,26, indeks Hang Seng menguat 0,10% ke 25.884,43, indeks Kospi menguat 17,91% ke 6.595,453, sedangkan indeks Strait Times melemah 0,79% ke 5.628,50.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online