Harga Emas Melemah, Suku Bunga AS Tinggi Redam Aset Safe Haven
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.
Penjual beras di Pasar Tradisional. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras pada Juli 2026 mengalami kenaikan di seluruh rantai distribusi, mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran. Kenaikan paling tinggi terjadi pada beras premium di tingkat penggilingan yang mencatat pertumbuhan dua digit secara tahunan, menunjukkan tekanan harga dari sisi hulu masih berlanjut.
Secara keseluruhan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan meningkat 0,94 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 5,11 persen dibandingkan Juli 2025 (year-on-year/yoy). Data tersebut disampaikan BPS dalam rilis statistik yang dipublikasikan pada Senin (3/8/2026).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok kualitas beras, baik premium maupun medium.
"Kalau dipilah menurut kualitas beras di penggilingan, kualitas premium naik 0,44% secara bulanan dan 10,22% secara tahunan. Sementara beras medium naik 1,25% secara bulanan dan 3,24% secara tahunan," ujar Ateng dalam rilis BPS, Senin (3/8/2026).
Harga Beras di Grosir dan Eceran Ikut Naik
Tekanan harga tidak hanya terjadi di tingkat penggilingan. BPS juga mencatat kenaikan harga beras di tingkat grosir dan eceran sepanjang Juli 2026.
Di tingkat grosir, harga beras mengalami kenaikan 0,61 persen secara bulanan dan 4,11 persen secara tahunan.
Sementara itu, pada tingkat eceran, harga beras meningkat 0,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ateng menjelaskan angka tersebut mencerminkan perkembangan harga beras secara nasional karena dihitung berdasarkan rata-rata berbagai jenis beras dan wilayah di Indonesia.
"Harga beras ini merupakan rata-rata harga beras berbagai jenis kualitas dan wilayah di Indonesia," katanya.
Rata-rata Harga Beras Nasional
BPS mencatat rata-rata harga beras pada Juli 2026 di setiap mata rantai distribusi sebagai berikut:
Tingkat eceran: Rp15.569 per kilogram
Tingkat grosir: Rp14.783 per kilogram
Tingkat penggilingan: Rp14.028 per kilogram
Kenaikan harga yang terjadi secara berjenjang dari tingkat penggilingan hingga eceran menunjukkan tekanan harga dari sisi hulu masih berlanjut dan mulai diteruskan ke jalur perdagangan.
Selain itu, lonjakan harga beras premium di tingkat penggilingan mengindikasikan segmen beras berkualitas tinggi menghadapi tekanan harga yang lebih besar dibandingkan kelompok beras medium sepanjang Juli 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.
Polres Karanganyar menghentikan penyelidikan dugaan MinyaKita berbau solar setelah uji laboratorium memastikan tidak ada kandungan solar maupun minyak tanah.
Gempa magnitudo 5,3 mengguncang Ismailia, Mesir. Belum ada laporan korban, sementara pemerintah mengaktifkan tanggap darurat dan rumah sakit bersiaga.
Bantul menargetkan angka kemiskinan turun di bawah 10 persen pada 2026. Sebanyak 103 program disiapkan dengan dukungan pembaruan DTSEN.
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui integrasi ETLE, RFID, dan WIM menjelang penerapan Zero ODOL awal 2027.
WMO memprediksi El Nino menguat pada Agustus-Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu di atas normal, kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan.