Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir 2026 Ini Alasannya

Newswire
Newswire Sabtu, 12 September 2026 13:57 WIB
Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir 2026 Ini Alasannya

Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga

Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kepastian tersebut mengikuti kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kebijakan harga BBM subsidi tetap mengikuti arahan pemerintah. Hal itu berlaku meski sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, mengalami fluktuasi.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar Kitty, Sabtu.

Dengan demikian, harga BBM subsidi akan tetap dipertahankan hingga penghujung 2026. Pemerintah sebelumnya juga telah memastikan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga energi di tengah dinamika pasar minyak dunia.

Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Formula Pemerintah

Sementara itu, ketentuan berbeda berlaku untuk BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU). Harga BBM nonsubsidi tetap mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Kitty mengatakan penetapan harga JBU dilakukan berdasarkan formula dan ketentuan yang berlaku. Dengan mekanisme tersebut, perubahan sejumlah parameter pembentuk harga menjadi bagian dari pertimbangan dalam penetapan harga BBM nonsubsidi.

Pertamina Patra Niaga menyatakan terus menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM. Perusahaan juga memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Pemerintah Prioritaskan Daya Beli Masyarakat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan pemerintah memutuskan untuk tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut diambil di tengah dinamika harga minyak dunia yang terus dipantau pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menyadari mempertahankan harga BBM subsidi ketika harga minyak dunia berada pada level tinggi bukan keputusan yang ringan. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi yang harus ditanggung negara.

Meski demikian, Bahlil mengatakan konsekuensi fiskal tersebut tetap dipertimbangkan bersama dengan kepentingan masyarakat. Pemerintah menempatkan perlindungan daya beli sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan harga energi.

Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi di tengah perubahan kondisi pasar global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online